June 25, 2006

Menghadapi Masa Sulit

Email yang menarik untuk dibaca berulang kali dari milis IEU-2002 dari pak Goenardjoadi Goenawan

(24 Maret 2006)
------------------

Halo sahabat,

Saya sering jalan-jalan ke Mall akhir-akhir ini.

Saat ini hari Jum'at jam 15:00 saya lihat sendiri Mall-mall pada sepi, di beberapa Toko keadaan ini dimanfaatkan oleh beberapa sales counter untuk mengobrol.

Kalau kita baca di Kompas hari ini, penjualan pakaian, dan indeks belanja konsumen riil menurun, terakhir sejak kenaikan BBM Oktober 2005 anjlok dan naik sedikit karena Lebaran dan Natal akhir tahun 2005 sejak itu langsung anjlok.

Efeknya, dengan kenaikan BBM, banyak perusahaan yang tadinya meningkatkan harga jual, tidak tahan, bahkan menurunkan harga. Penjualan mobil Hyundai menurun 50% dibandingkan tahun lalu, jangankan mobil Hyundai, Sepeda motor saja penjualannya anjlok.

Bagaimana kita menyikapi keadaan yang sulit ini?

Ada bebarapa hal yang bisa menyelamatkan kita:

Tinggalkan ego pribadi,

Kalau anda terbiasa baca koran, naik mobil, dan minum Starbucks, janganlah merasa terpenjara oleh kebiasaan itu. Satu hal yang dirasakan hilang pada saat seseorang berpindah dari Karyawan menjadi Pengusaha adalah moment-moment makan siang bersama teman-teman, ngopi di starbucks atau music cafe. Kalau sudah jadi Pengusaha, mau diklaim kemana biaya Starbucks?

Janganlah terperangkap oleh ego pribadi, semua hal di dunia ini hanya titipan saja,. kalau suatu saat anda diminta untuk naik angkot, nikmati saja!

Naik Busway,.,. wow itu kemerdekaan rakyat sejak Reformasi tahun 1998.

Jangan merasa down hanya karena kehilangan satu jabatan, anda harus bersyukur bahwa anda di PHK sebelum semuanya terlambat, saat anda umur 55 tahun anda harus post power syndrome, sekarang anda berpikir, power siapa yang perlu kita syndrome?

Hidup ini bukan untuk kita, kita ini hanya melaksanakan tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu untuk menolong sesama, jadi setiap pagi kita wajib lapor dan menanyakan tugas-tugas kita untuk setiap malam menjelang tidur kita laporkan hasilnya saja.

Apa yang kita miliki tidaklah menjadi penting karena semuanya itu sifatnya fana, dan yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan apa yang ada di hadapan kita untuk melaksanakan tugas.

Anda sama dengan saya.

Bedanya, saya tidak ada yang menggaji, malah saya harus menyediakan gaji untuk Karyawan.

Namun, coba kita lihat, 5 bulan yang lalu saya bengong-bengong mikirin Franchise, sekarang profesi saya baru: penulis. ya ampuuuuuuun dari dulu saya saking penginnya jadi penulis sampai saya menulis buku sendiri terus difotokopi dan dijilid dibagikan dan ditertawakan teman-teman.

Kemarin saya ke Gedung Kompas ke penerbit Elex Media untuk revisi buku ke-2.

Ya betul buku ke-2 judulnya: MATA AIR UNTUK DAHAGA HIDUPKU.

Besok saya mulai seminar untuk buku pertama MENJADI KAYA DENGAN HATI NURANI.

Tadi saya ke Bisnis Harian Rakyat Merdeka untuk mengiklankan (secara bagi hasil) seminar Menjadi Kaya dengan Hati Nurani tanggal 7 april jam 19:00 di JDC.

Barusan saya ditelepon Oki dari Krawang yang menanyakan mau datang dari Krawang besok ke Grogol ikut seminar saya, dan teman saya Edi dari PT Indonesia Comnet Plus anak perusahaan PLN dalam bidang komunikasi telepon mau mengundang untuk pertemuan tahunan perusahaannya dengan Topik training Mendeteksi Trend Marketing.

Bayangkan, PLN itu adalah penyelenggara listrik negara. Kalau ngga ada listrik, kita semua naik andong dan becak. PT Indonesia Comnet Plus adalah bidang Komunikasinya, artinya yang mengontrol semua jaringan PLN, bahkan Telkomsel, PT Telkom, Satelindo, Indosat, Makro, semua menggunakan jaringan PT Indonesia Comnet Plus, bayangkan, dan saya diminta untuk memberikan training.

Artinya apa?

Apakah saya luar biasa? apanya? saya sama dengan anda, bedanya saya telah meninggalkan ego saya, dan hidup untuk orang lain.

Dan ternyata orang-orang lain itu sungguh luar biasa. Saya mendapat message tentang Komentar teman-teman setelah membaca buku saya MATA AIR UNTUK DAHAGA HIDUPKU:


Buku ini sangat inspirasional! Sangat menggugah hati dan sudah dibuktikan bahwa dengan menolong orang lain juga dapat menjadi Kaya.
Regards, Hendy Setiono
Waralaba Kebab Turki Baba Rafi
www.babarafi.com

"The more we give, the more we get adalah juga filosofi di tempat kami bekerja. Itu sebabnya kantor konsultan franchise kami tidak terlalu perhitungan dalam memberikan sharing pengalaman baik dalam konsultasi maupun workshop. Memberikan yang pantas adalah fair, memberikan lebih adalah berteman, memberikan tanpa pamrih adalah mulia. Saya yakin buku
ini mengarahkan pembacanya untuk mencapai kemuliaan. Menghindari kita terjebak menjadi greedy, tamak dan menindas sesama. Buku yang akan menyentuh jiwa yang paling dalam dari manusia pengusaha dan kita semua. Selamat membaca!"
Burang Riyadi
International Franchise Business Management (IFBM)

Kesempatan itu banyak asalkan fokus hidup kita bukan pada diri sendiri,. karena diluar sana begitu banyak orang-orang yang membutuhkan kita, bahwa hidup ini bukan untuk kita, dan sungguh besar Karunia Allah bagi kita asalkan untuk orang lain.

Tidak masalah kita tidak punya apa-apa, selama orang-orang lain semua memiliki kita.

Salam,
Goenardjoadi Goenawan

May 28, 2006

KISAH SANG MENTOR

Pada suatu siang hari yang teduh, sekitar jam 11, sebuah mobil mewah bermerek BMW jenis 720i warna cerah, meluncur perlahan memasuki kampung. Mobil yang masih baru dan mulus itu tampak kontras dengan suasana sekitar yang memantulkan citra pedalaman yang sederhana. Pengemudinya seorang pria ganteng berusia 40-an tahun, kelihatan mengendarai kendaraannya dengan santai sambil sebentar-sebentar menengok ke kiri dan ke kanan, seakan takjub dengan pemandangan yang baru dilihatnya.

"Hm, kampungku ini sudah berubah, banyak kemajuan. Rumah-rumah penduduk sekarang bagus-bagus dan rapi. Jalanannya beraspal dan mulus. Penduduknya makin ramai dan banyak kegiatan bisnis. Walau begitu, suasananya tetap asri, damai dan tenteram sebagaimana umumnya sebuah kampung di kaki pegunungan.." ia bergumam sendirian. "Ah..tak terasa sudah 20 tahun berlalu..", dan ia menghela nafas panjang.

Setelah berkendara beberapa menit dari mulut kampung, BMW berhenti di depan sebuah rumah yang di bagian samping-depannya difungsikan sebagai warung kelontong. Pria itu tidak langsung turun dari mobilnya, melainkan berpaling memandang ke arah warung tersebut. Suasana sepi-sepi saja, hanya terlihat seorang remaja putri sedang membeli sesuatu, dilayani oleh seorang ibu-ibu tua.

Pikirannya pun menerawang. "Ini rumah Pak Soma. Pemilik warung yang sederhana, namun siapa sangka nasihatnya yang bijak telah membuat aku menjadi pengusaha sukses dan kaya-raya seperti sekarang. Sebagai balas jasa, aku telah berjanji pada diri sendiri bahwa aku akan memperbaiki rumahnya ini serta membangunnya menjadi sebuah rumah besar yang cukup mewah dan lengkap. Dan warungnya akan aku sulap menjadi sebuah mini market agar penghasilan Pak Soma dan isteri dapat meningkat..". Lalu ingatannya berkilas balik jauh ke sebuah peristiwa yang terjadi 21 tahun silam. Ia ingat benar betapa waktu itu ia baru berusia 19 tahun, bertekad mengadu nasib pergi ke kota. Atas anjuran kedua orang tuanya, ia pamit kepada Pak Soma, seorang tetangga, pada malam sebelum keberangkatannya. Di situlah, entah
bagaimana, seorang bapak setengah baya yang sederhana, memberikan berbagai petuah kepadanya tentang kiat-kiat berusaha. Ia sendiri tidak pernah mengerti, bagaimana orang kampung pemilik warung seperti Pak Soma bisa memberikan nasihat-nasihat yang begitu canggih, seakan ialah seorang pengusaha besar di negeri ini. Namun demikian, itulah satu-satunya pegangan yang ia miliki untuk berjuang di perantauan. Ia pun berangkat dengan percaya diri keesokan paginya..

"Ah, tentu beliau sudah tua sekali sekarang..", pikirnya. Ketika ia melihat bahwa remaja putri yang berbelanja sudah selesai, ia buru-buru turun dari mobil. Ia mendekat seraya memandang pada ibu-ibu tua penjaga warung, dan segera tahu siapa yang dipandangnya. "Selamat siang, Bu Soma..", sapanya sopan. Perempuan itu menoleh dan memandang penuh selidik. "Ya..? Siapa..ya..?"

"Saya Bu,.. Darmawan, anak Pak Rusli, tetangga Ibu.. Ibu lupa?"

"Darmawan?..Eh.. Wawan..? Wawan ya?"

"Iya benar Bu Soma. Ini Wawan. Bagaimana kabarnya Bu? Wah, ibu kelihatan sehat sekali.."

Seketika wajah tegang Ibu Soma mengendur. "Oh.. benar kamu Wan? Baru datang..?" Ia langsung menghampiri dengan ramai senyuman, menarik tangan pria ganteng itu sambil berkata: "Ayuk masuk.. wah kamu sudah dewasa sekarang ya! Necis dan ganteng lagi… Syukur.. syukur alhamdulillah.."

"Mari..mari silahkan duduk, Nak. Jangan malu-malu. Rumah ini masih seperti dulu, jadi anggap seperti rumahmu juga..", si Ibu berusaha mencairkan kekakuan.

Pria yang dipanggil Wawan itu masuk ke ruang tamu lalu duduk di sebuah kursi. Percakapan basa-basi berlangsung beberapa saat, sampai akhirnya sang pengusaha sukses bertanya: "Pak Soma ada, Bu? Saya kangen banget sama beliau.." Bu Soma menjawab:" Oh, Bapak masih di masjid, ada urusan di sana. Mungkin 1 jam lagi baru kembali, sehabis sholat dzuhur.."

"Oh ya? Kalau begitu, saya tinggal dulu ya Bu? Mau lihat rumah ibu saya di kampung ini, sudah 20 tahun gak pernah saya lihat lagi rumah itu. Entah seperti apa sekarang..? Nanti jam 2 saya balik lagi ke sini…" Bu Soma tertegun sejenak, tapi segera berkata: " Iya baik Wan. Nanti saya kasih tahu Bapak, biar dia tunggu di sini sampai jam 2.."

Sebelum pergi, Darmawan bercerita pada Bu Soma bahwa ia selama ini merasa sangat berhutang budi pada Pak Soma, karena kesuksesannya sekarang adalah berkat nasihat dan petuah yang diberikan secara serius oleh suami perempuan itu. Dan ia langsung mengutarakan niatnya untuk membalas budi dengan jalan merenovasi total rumah serta warung milik pasangan suami isteri tersebut. Ibu Soma tersenyum lebar mendengar hajat "si Wawan".

Rumah yang dimaksud Wawan sebagai "rumah ibunya" itu hanya berjarak beberapa puluh meter dari rumah Pak Soma. Dalam sekejap ia sudah sampai di sana. Kedua orang tuanya tidak lagi tinggal di situ, karena sudah sejak lama ia ajak ke kota, pindah ke sebuah rumah yang khusus ia bangun. Rumah itu ditunggui oleh adik sepupunya, yang kebetulan sedang duduk-duduk di ruang depan sambil ngobrol dengan beberapa orang tetangga dekat. Bukan main kagetnya mereka ketika mengetahui anggota keluarga yang sudah 20 tahun lebih menghilang, kini muncul begitu saja. Dengan gembira mereka "berkangen-kangenan" sejenak, saling peluk, bersalaman sambil saling tanya, setelah itu Wawan pergi ke belakang membersihkan diri dan segera beristirahat.

Sambil selonjor kaki di sebuah kursi malas, Wawan menerawang kembali. "Semua keluarga dan famili di kampung ini gembira dan bangga bahwasanya aku telah menjadi pengusaha yang sangat sukses. Tapi mereka tidak tahu bahwa aku sendiri masih merasa ada ganjalan di hati. Sesukses-suksesnya aku dan sebesar-besarnya perusahaanku, masih belum apa-apa dibanding dengan perusahaan saingan yang satu itu.." Wawan terbayang akan sebuah nama – nama perusahaan saingannya – PT Harimau Sakti, yang selama ini membuatnya tidak bisa tidur nyenyak. Sebab, setiap bersaing dengan perusahaan ini, pihaknya selalu kalah. Di bidang bisnis ritel, perusahaannya kalah dalam merebut pangsa pasar. Di segmen korporasi, ia juga kalah. Terakhir, dari 8 kali tender pemerintah, ia hanya berhasil merebut 1 kali kemenangan. Selebihnya, 7 kali tender dimenangkan oleh PT Harimau Sakti. Hal inilah yang selama ini dirasakan bagai duri dalam daging oleh Wawan. Berbagai jurus bisnis dan strategi telah ia jalankan, tapi tidak merubah peta percaturan bisnisnya, ia tetap kalah. "Apa yang salah dengan ku?", demikian pertanyaan yang selalu berkecamuk dalam otaknya. Lelah berpikir, tanpa disadari akhirnya ia tertidur di kursi malas.

Tepat jam 2 siang, Wawan terkejut dan bangun dari tidur. Melihat jam tangan, ia bergumam sendiri: " Wah, sudah waktunya. Pak Soma pasti sudah menunggu.." Dengan sigap ia sambar kunci mobil dari atas meja, langsung berlari ke luar menuju mobilnya yang diparkir di halaman.
Tanpa membuang waktu lagi, ia masuk ke dalam kabin kemudi, menghidupkan mesin dan seketika itu juga meluncur menuju rumah Pak Soma. "Aku tak ingin pertemuan ini meleset dan mengecewakan bintang penolongku..", katanya dalam hati.

Sampai di tempat yang dituju, ia heran karena ada sebuah mobil jenis niaga parkir di depan warung. Meski begitu, ia tetap bergegas masuk ke dalam ruang tamu. Di situ ia menjumpai seorang pria sedang duduk menunggu sendirian sambil membalik-balik majalah usang yang memang tersedia di meja. Ketika pria ini menoleh ke arahnya, lagi-lagi Wawan terheran-heran, karena ternyata sang tamu adalah seseorang yang sudah ia kenal. Bahkan, amat sangat kenal, karena dia inilah salah seorang pejabat tinggi dari perusahaan pesaing terberatnya, PT Harimau Sakti. Mereka sudah beberapa kali bertemu ketika mengikuti tender di instansi-instansi pemerintah.

"Hai, Pak Hadi!? Lho kok bisa ada di sini Pak?", Wawan menyapa sambil mengekspresikan keheranannya. Yang disapa segera berdiri menyambut tidak kalah akrabnya: "Halo Pak Darmawan..! Apa kabar, Pak? Saya sudah menunggu Bapak dari setengah jam yang lalu.. Selamat datang dan selamat jumpa Pak!", sambil tertawa ia mengulurkan tangan untuk bersalaman.

"Lho..? Pak Hadi menunggu saya? Ah, Bapak pasti bergurau ya..?", Wawan mencoba tersenyum sambil berkata dalam hati, ada lelucon apa ini?

Namun orang yang dipanggil Pak Hadi itu menjawab dengan serius: "Benar Pak Darmawan. Saya diperintah Pak Citra untuk datang ke mari menunggu Bapak. Katanya ada yang mau dibicarakan dengan beliau.." Bagi Wawan, kalau di dunia ini ada teka-teki yang paling sulit, maka kejadian itu merupakan teka-teki yang lebih sulit lagi untuk ditebak. Tapi seorang petinggi perusahaan sekaliber Hadi tentu tidak akan melecehkan dirinya dengan gurauan yang tidak pada tempatnya. Ia merasa air mukanya menjadi bodoh, lalu bertanya lirih: "Pak Citra itu siapa..?"

"Ini lho, Pak? Yang punya rumah dan warung ini, namanya Pak Citra. Dia bos saya, pendiri sekaligus pemilik perusahaan PT Harimau Sakti..!" Pak Hadi menjelaskan.

"Oh .. eh.. Pak Soma maksud Bapak?", tanya Wawan gugup.

"Iya! Di kampung ini, Pak Citra memang dikenal dengan nama Pak Soma. Tapi di kantor kami beliau dipanggil dengan sebutan Pak Citra. Kan nama lengkap beliau: Citra Sumawidjaya.."

Penjelasan Hadi yang terakhir ini benar-benar membuat limbung Wawan. Bagai ada petir di siang bolong, begitulah yang dirasakan olehnya. Otaknya berputar: "Aku kenal Pak Soma dari kecil. Ia kan cuma seorang warga sederhana dari kampung ini?" Kalau betul Pak Soma itu seperti apa yang dijelaskan oleh Pak Hadi ini, maka sungguh ia akan malu karena seakan-akan telah "pamer kekayaan" dengan berhajat memperbaiki rumah seorang bos besar pemilik perusahaan nasional bertaraf internasional. Dan pantaslah kalau 20 tahun yang lalu, sang pemilik warung itu mampu memberikan petuah-petuahnya yang "sophisticated. Tapi yang betul-betul membuatnya tidak habis pikir, mengapa Pak Soma harus membawakan diri sebagai seorang tua lugu dan sederhana yang hidup di kampung? Dan bagaimana pula caranya dia bisa mengawasi dan mengatur perusahaan dari sebuah kampung yang jauh dan terpencil ini?

Belum selesai rasa terkejut dan tidak percaya yang meledak di benak Wawan, tiba-tiba terdengar suara salam: "Assalamu `alaikum.." dari dalam rumah dan sesosok bayangan menerobos masuk ruang tamu. Ternyata ialah Pak Soma, atau Pak Citra Sumawidjaya. "Alaikum salam..", hampir serentak Wawan dan Hadi menjawab sekaligus menghampiri serta menjabat tangan tokoh yang sudah sangat senior ini. Wawan bahkan sampai mencium tangan serta memeluk Pak Soma-nya itu sambil setengah membungkuk, tanda rasa hormat yang sangat dalam.

Untuk beberapa menit terjadi basa-basi di antara mereka, sebelum kemudian Pak Soma mempersilahkan tamu-tamunya untuk duduk. Ibu Soma pun lantas bergabung dengan mereka. Tuan rumah tersenyum ramah lalu berkata: "Pertama-tama saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya pada Wawan, yang saat ini pasti dilanda kebingungan. Iya kan Wan?" Semua
yang hadir tertawa dan Wawan pun mau tidak mau juga tertawa tersipu-sipu. "Benar Pak Soma. Saya bingung dan tolong jelaskan semua ini.." ujarnya.

"Baik..baik. Langsung saja saya ceritakan semua.. Saya orang asli kampung ini. Hanya saja, karena kedua orang tua saya meninggal pada saat saya masih muda, maka saya putuskan untuk pergi merantau ke kota bersama istri. Waktu itu saya baru berusia 20 tahun, sedangkan kamu belum ada, Wan", Pak Soma mengawali ceritanya. "Rumah ini kami titipkan pada seorang saudara, dan pergi dengan bekal sekadarnya saja."

"Di kota kami numpang tinggal di rumah seorang teman dari orang tua saya selama kira-kira dua tahun untuk memulai usaha. Syukur bahwa Tuhan memberkahi usaha kami sehingga dalam waktu 10 tahun, usaha tersebut berkembang pesat sekali. Kami tidak saja mampu membangun rumah besar untuk tempat tinggal, tapi bahkan bisa membangun 2 buah perusahaan sekaligus dalam kurun waktu itu. Tahun-tahun selanjutnya bahkan merupakan rangkaian kesuksesan, sehingga terbentuklah sebuah kelompok usaha PT Harimau Sakti seperti yang sudah kamu tahu, Wan..", kata Pak Soma sambil menoleh ke arah Darmawan.

"Pada tahun ke 16 perantauan kami di kota, saya putuskan untuk mengangkat sebuah Dewan Direksi yang akan mengelola perusahaan secara langsung, lalu kami kembali ke kampung ini. Saya ingat benar, kamu waktu itu kamu baru berusia 9 tahun, Wawan.."

"Ya, samar-samar saya ingat kejadian itu Pak..", kata Darmawan lirih. "Tapi, sebetulnya apa penyebabnya sampai Bapak memutuskan kembali ke kampung, padahal waktu itu perusahaan Bapak sedang maju-majunya?"

"Kamu tahu Wan. Saya ini orang kampung dan semula merantau ke kota karena terpaksa. Ternyata, suasana pergaulan bisnis di kota amat berbeda dengan kehidupan di kampung. Saya merasakan, lingkungan bisnis di kota itu tidak nyaman, orang berhubungan satu sama lain dengan senyum palsu, tiada ketulusan, tampak akrab tapi sebenarnya mencari kesempatan untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Sahabat hanya ada pada saat kita jaya, menghilang pada saat kita susah. Segala sesuatu diukur dengan uang. Kalau tiada uang, maka tidak ada senyum, tidak ada pula sahabat. Itulah dunia bisnis di kota." Sampai di situ nada suara Pak Soma agak meninggi. Lalu ia melanjutkan.

"Lain halnya dengan di kampung. Di sini, persahabatan dilaksanakan secara murni. Basisnya persaudaraan semata. Tiada pamrih, tiada intrik dan tiada provokasi yang disebabkan uang. Suasana tenang, damai dan tenteram. Saya tidak bisa lari dari kenikmatan kampung seperti ini. Oleh karenanya, begitu usaha saya mapan, saya putuskan kembali ke sini. Semua urusan usaha saya percayakan pada Direksi. Salah satu dari anggota Direksi itu, ya si Hadi ini.." kata Pak Soma sambil menoleh ke Pak Hadi. Yang disebut terakhir ini tersenyum.

"Lantas bagaimana cara Bapak sebagai pemilik, memantau kinerja perusahaan itu Pak? Kampung ini kan sangat jauh dari kota? Dan mengapa pula Bapak harus terus menerus menyamar, membawakan diri sebagai penjaga warung sederhana selama bertahun-tahun?" Wawan bertanya.

"Sudah saya katakan bahwa saya sangat menikmati suasana kampung yang damai dan tenteram ini. Saya tidak mau kehilangan itu. Kalau saya kembali ke sini dan berubah menjadi orang kaya raya, maka pasti pandangan orang-orang sekitar jadi berubah pula. Mereka akan berkata, Pak Soma sekarang bukan Pak Soma yang dulu lagi. Pak Soma sekarang ini bau duit. Lantas, orang-orang akan memasang senyum palsu saat berjumpa dengan saya dan memperlakukan saya dengan cara yang berbeda. Nah itulah yang akan merusak suasana. Bisa-bisa budaya kota yang materialistis dan penuh kepalsuan akan pindah ke sini. Itu yang tidak saya kehendaki. Maka sebisa mungkin saya berusaha untuk tetap menjadi Pak Soma yang dulu.."

"Tentang bagaimana saya mengontrol perusahaan? Kamu kan sudah tahu, bahwa sebuah perusahaan yang sudah mapan, akan tidak memerlukan lagi kehadiran pemiliknya. Semuanya sudah berjalan berdasarkan sistem yang baku. Juga ada Dewan Direksi berikut stafnya yang terdiri dari para manajer yang akan mengelola operasional harian. Paling sering saya hanya akan datang ke kantor sekitar 1 atau 2 bulan sekali, saat di mana saya pamit dengan tetangga untuk belanja barang dagangan warung saya..hehe..", Pak Soma memberi penjelasan sambil tertawa.

"Memang di samping itu, saya tetap berusaha berkomunikasi secara intensif dengan si Hadi ini di kota. Caranya? Mari ikut saya, saya akan tunjukkan", ajak sang tuan rumah. Semua yang hadir bangkit berdiri lalu mengikuti Pak Soma dengan perasaan ingin tahu.

Di belakang rumah, dekat dapur, ternyata ada sebuah tangga menurun menuju sebuah ruang bawah tanah, yang ukurannya tidak terlalu besar.

"Ruangan ini dulunya dipakai orang tua saya untuk menyimpan padi, karena beliau petani. Karena saya tidak lagi bertani, maka sekarang saya pakai sebagai ruang kerja", ujar Pak Soma seraya menunjuk ke sudut ruangan. Semua yang hadir melihat betapa di tempat itu terdapat satu set komputer lengkap dengan aksesorisnya, faksimili dan ada juga seperangkat radio komunikasi yang tampak sudah tua. "Saat sekarang saya berhubungan dengan kantor pusat melalui internet yang ada di komputer ini. Tapi dua puluh tahun lalu, ketika internet belum ada, saya gunakan radio SSB itu.."

Wawan dan Hadi termangu sambil berdecak kagum, tapi Bu Soma hanya senyum-senyum saja.

"Nah, kebetulan di ruangan ini ada 4 buah kursi. Silahkan duduk di sini saja. Sekarang saya ingin meneruskan pembicaraan dengan suatu hal yang menurut saya cukup penting", Pak Soma mengangsurkan tangannya untuk mempersilahkan hadirin duduk.

"Saya katakan ini cukup penting, karena berhubungan langsung dengan kalian berdua, Wawan dan Hadi. Saya perlu menekankan bahwa orang berusaha itu perlu memegang etika. Jangan curang, jangan culas. Tidak sombong, jangan pamer kehebatan, kekuasaan dan kekayaan. Itu sebabnya, saya larang Direksi menggunakan mobil mewah, kalau tidak sedang dalam dinas yang betul-betul memerlukan mobil mewah. Kamu lihat Wan, di depan itu ada mobil niaga yang diparkir? Nah, itulah mobil si Hadi sebagai Direksi kalau sedang dalam perjalanan non-dinas resmi seperti sekarang. Saya lihat kamu ke sini mengendarai BMW 720i..", ujar Pak Soma. Yang ditegur hanya tersipu malu.

"Lalu, ingat bahwa kita punya tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Banyak berderma, menyumbang orang miskin. Jangan lupa lingkungan tempat kita berada. Saya sebagai pemilik warung di kampung, telah melakukannya. Kampung ini tertata dengan baik, jalan-jalan beraspal mulus, lingkungan bersih dan asri, fasilitas umum mulai dari sistem irigasi, air bersih untuk minum, WC dan tempat mandi umum, tempat ibadah dan lain sebagainya, semua tersedia. Siapa sangka bahwa semua itu berasal dari sumbangan seorang tua jelek penunggu warung?", kata Pak Soma berseloroh.

"Apa warga kampung mengetahui kalau semua itu dari Bapak?", tanya Wawan dan Hadi hampir serentak.

Pak Soma tertawa kecil. "Tidak. Mereka hanya tahu itu hasil kerja Pak Lurah dan Pak Camat. Saya selama ini menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat untuk itu semua. Dan tentu saja minta mereka merahasiakan jati diri saya..hehe.. Itu yang saya maksud dengan tanggung jawab sosial, tapi tidak perlu menjadi sombong dan ingin dipuji saat kita melakukannya".

Hadi dan Wawan mengangguk-angguk tanda setuju.

"Nah, sekarang bagian yang terakhir dan terpenting..", lanjut bos PT Harimau Sakti itu. "Ini sejarah bisnis kamu Wan. Saya 21 tahun lalu sangat terharu tatkala kamu datang ke saya untuk pamit dan menyatakan diri untuk pergi ke kota dan memulai usaha. Saya terharu karena kamu waktu itu masih amat muda belia, baru 19 tahun, tapi semangat kamu sudah menggebu-gebu. Maka saya benar-benar serius memberikan semua yang saya tahu tentang dunia bisnis kepadamu Wan. Tidak itu saja, ketika kamu berangkat, diam-diam saya menelpon seorang anggota Direksi PT Harimau Sakti untuk mengikuti dan memantau semua yang kamu lakukan di kota. Orang itu adalah atasannya si Hadi dan sekarang sudah pensiun. Namanya Pak Slamet. Ketika usaha kamu masih kecil, saya minta Pak Slamet untuk datang menjadi salah seorang pelanggan setia kamu. Saya berjaga-jaga kalau-kalau kamu kesulitan di awal usaha, setidaknya kamu masih punya pelanggan setia. Tapi syukur, kamu cukup sukses, pelanggan kamu banyak, sehingga Pak Slamet tidak perlu berperan terlalu aktif. Ia cuma salah seorang pelanggan biasa diantara sekian banyak pelanggan kamu yang lain. Setelah perusahaan kamu menjadi besar, saya minta salah seorang manajer keuangan kepercayaan saya serta seorang sekretaris, melamar ke kantor kamu berbekal referensi dari salah satu anak perusahaan Harimau Sakti yang saya yakin kamu tidak pernah mendengar namanya. Karena mereka memang piawai, mereka diterima baik di perusahaan kamu Wan, dan sejak itu mereka bekerja menjadi mata-mata saya untuk memantau segala sepak terjang kamu di dunia bisnis. Jangan khawatir Wan, mereka tidak pernah memata-matai urusan pribadi kamu. Maksud saya hanya ingin menjaga agar bisnis kamu tetap berada di jalur yang benar. Nah, melalui manajer keuangan dan sekretaris itulah, selain menerima informasi mengenai semua sepak terjang bisnis kamu, saya juga selalu menitipkan kiat-kiat usaha kepadamu tanpa kamu pernah menyadari bahwa itu dari saya.."

"Saya juga ingin kamu tidak menjadi pengusaha yang cengeng. Itu sebabnya PT Harimau Sakti selalu membayangi perusahaan kamu di setiap pasar. Di pasar ritel, kamu kalah dari perusahaan si Hadi ini, tapi tetap menang terhadap perusahaan-perusahaan lain. Demikian juga di sektor korporasi. Di pemerintahan, dari 8 kali tender, kamu kalah 7 kali, tapi saya instruksikan orang-orang saya agar kamu menang di satu kali tender sisanya. Ini untuk membangkitkan semangat dan rasa penasaran kamu Wan. Kalau kamu saya kalahkan total, pasti kamu akan putus asa, sehingga bukannya penasaran, kamu bisa-bisa malah patah arang.."

"Berdasarkan pantauan kami, kamu memang benar-benar pengusaha yang baik, ulet dan penuh tanggung jawab, Wan. Kamu tidak pernah melakukan hal-hal yang aneh-aneh, tidak hura-hura, selalu memikirkan kesejahteraan karyawan dan banyak hal positif lainnya. Sampai sekarang, orang-orang saya tetap memantau kamu, itu sebabnya saya tahu rencana kamu untuk datang ke kampung ini. Maka saya lantas memanggil si Hadi, memberitahukan rencana untuk mengatur pertemuan dengan kamu hari ini. Hari ini juga saya melihat hal-hal baik dari dirimu, antara lain kamu telah memberitahukan isteri saya tentang rencana kamu untuk membalas budi dengan niat untuk memperbaiki dan merenovasi rumah dan warung saya. Meski mengendarai BMW, saya lihat kamu masih mau mengemudikan mobil sendiri ke kampung tanpa supir dan kencenderungan menjadi bossy. Saya terkesan.."

Suasana hening sejenak..

"Sementara itu, kamu kan tahu Wan, bahwa saya tidak memiliki keturunan. Saya sudah tua dan tidak juga ada salah satu famili saya yang piawai di bidang bisnis modern. Oleh sebab itu, straight to the point, dengan ini saya nyatakan keinginan saya di depan isteri saya dan si Hadi ini, untuk meminta kamu, Darmawan, agar bersedia kiranya menerima tanggung jawab atas perusahaan PT Harimau Sakti. Dengan demikian, semua saham saya di perusahaan ini menjadi milikmu. Kamu tidak usah risau dengan nasib saya dan isteri, karena saya benar-benar ingin kembali menjadi Soma yang dulu, Soma orang kampung penjaga warung kelontong yang hidup damai serta tenteram beserta seluruh warga kampung lainnya.."

Di detik itu, kepala Wawan terasa berdenyut-denyut dengan keras. Matanya membelalak dan mulutnya ternganga tanpa disadari. Tidak pernah diduganya bahwa hari ini akan terjadi rentetan peristiwa yang sungguh-sungguh aneh dan nyaris tak masuk akal, menyebabkan dirinya terkaget-kaget antara percaya dan tidak. Ia merasa kecil berhadapan dengan bos Harimau Sakti ini, karena selama 21 tahun berkarya, ternyata semua pencapaiannya masih berada di bawah bayang-bayang kebesaran seorang Pak Soma. Atau tepatnya, Citra Sumawidjaya, pendiri sekaligus pemilik kelompok usaha PT Harimau Sakti. Namun demikian, semua pujian yang diberikan tokoh ini pun terasa penuh kejujuran dan ketulusan, sehingga di lain sisi, ia merasa bangga pula dengan dirinya.

Lewat beberapa saat, ia baru bisa menjawab: "Beri waktu saya berfikir, Pak…"

Pak Soma tersenyum. "Tentu saja Wan. Kamu tenang saja, dan tidak perlu jawab sekarang. Kamu fikirkan saja dengan santai, hanya pesan saya, inilah kesempatan kamu untuk berkontribusi lebih banyak lagi kepada masyarakat. Kalau kamu lewatkan, wah.. kamu telah menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik yang diberikan Tuhan.."

"Mulai hari ini, saya harap kamu terus berhubungan dengan Hadi, ia akan membantumu memberikan pandangan-pandangan, informasi–informasi dan masukan-masukan yang mungkin kamu butuhkan.." lanjutnya.

"Saya pikir, itu saja yang saya ingin sampaikan. Barangkali ada yang mau ditanyakan? Wawan? Hadi?

Karena keduanya terlihat bimbang lalu menyatakan tidak ada pertanyaan, Pak Soma berkata: " Nah, sekarang sebaiknya kita makan dulu bersama-sama. Sudah hampir waktu ashar.." Tanpa banyak bicara, mereka berempat lantas berpindah ke ruang makan, lalu makan siang bersama. Di sini tampak mereka lebih banyak tenggelam dalam fikirannya masing-masing..

Pertemuan itu bubar setelah sholat ashar. Dalam perjalanan pulang di atas mobilnya, Wawan berfikir: "Hari ini aku mengalami peristiwa yang mengguncangkan. Ternyata di dunia ini ada sosok manusia seperti Pak Soma. Sosok seorang pemimpin yang mampu bekerja untuk orang banyak, tanpa orang banyak perlu tahu tentang dirinya. Di atas itu semua, dialah seorang mentor bisnis paling luar biasa yang pernah aku temukan. Tuhan Maha Besar.."



Rusman Hakim
Pengamat Kewirausahaan
E-mail: rusman [at] gacerindo [dot] com
Blog: http://rusmanhakim.blogspot.com
Web: http: //www.gacerindo.com
Mobile: 0816.144.2792

Dikirim oleh rusmanjh [at] yahoo [dot] com ke milis IEU2002

May 21, 2006

Untuk Anak-anak Kita

Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi, mari kita buktikan:
  1. "Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya... merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru... meletus balon hijau, dorrrr!!!" Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
  2. "Aku seorang kapiten... mempunyai pedang panjang...kalo berjalan prok..prok..prok... aku seorang kapiten!" Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsis-tensi). Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi: "mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)... kalo berjalan prok..prok..prok.." nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi: "mempunyai pedang panjang... kalo berjalan ndul..gondal..gandul.. atau srek.. srek.. srek.." itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!
  3. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku.." Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
  4. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X" Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsen-trasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!
  5. "Naik kereta api tut..tut..tut.. siapa hendak turut ke Bandung..Surabaya.. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama" Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak- anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya!
  6. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li..li..li.." Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit..cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!
  7. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu.." Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!
  8. Waktu gw seminar kesulitan belajar pada anak dikasih contoh lagu nina bobo nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg "mengancam"
  9. Bintang kecil dilangit yg biru...(Bintang khan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?)
  10. Ibu kita Kartini...harum namanya.(Namanya Kartini atau Harum?)
  11. Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka. (Nah, gak sopan khan..)
  12. Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita... (kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur?
Sumber: Milis TDA

April 24, 2006

Kupu-Kupu & Kepompong

Seseorang menemukan dan mengamati sebuah kepompong dimana terdapat sebuah lubang kecil dan muncul seekor calon kupu-kupu. Dia duduk tertegun mengamati proses perjuangan kupu-kupu yang berusaha keluar melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu kelelahan dan telah berusaha sekuat tenaga namun benar-benar nampak kesulitan untuk bergerak lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya, tapi dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut masih mengamatinya karena dia berharap beberapa saat lagi sayap-sayap itu akan mekar sehingga mampu menopang tubuhnya, berkembang dan terbang. Tapi sayang, apa yang diharapkannya tak pernah terjadi.

Pada kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitar tempat itu dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari maksud baik dan ketergesa-gesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil itu adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari dalam tubuh kupu-kupu itu mengalir ke sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia keluar dari kepompong tersebut.

www.groups.yahoo.com/group/bijaksana

April 01, 2006

Fear Factors: Berani Terbang?

Buat yang belum baca....... ada informasi hot dari milis nih:

Dyah Prathiwi Ekawati
Dyah.Ekawati@xxx.co.id wrote: Subject: Fw: Fear Factor, Flying in Indonesia
Date: 13-Apr-2006 08:51:11 ZE7

Any comment mas Andre?
Forwarded by Dyah Prathiwi Ekawati/PRUIDN/IDN/Prudential on 04/13/2006 08:53
Subject Fear Factor, Flying in Indonesia

Dear All Friends,
An Expatriate living in Jakarta wrote this message.
FYI. Mr. X-File.
Fear Factor : Flying in Indonesia if D A N G E R !

Recently on the way back from my holidays in Bali I took a flight from Denpasar to Jakarta with Adam Air. I've heard about these relatively new airlines from several friends who all mentioned that they have a brand new aircrafts and are authorized to fly to Singapore. IT sounded extremely good especially considering the one way tickets price of Rp295.000,- which was just a bit higher than offer from the cheapest "metromini" style none-budget carrier Lion Air. The offer seem to be so good that base on my experience of living in Indonesia for several years, I immediately started thinking that this is just too good and there must be something wrong. Anyway, I decided to try my luck and fly with Adam Air and apparently many other passengers thought the same, as the flight was totally booked?

Comparable to Garuda flight which had almost no passengers. When boarding I immediately noticed that the Boeing 737-400 aircraft had engine cover scratched everywhere, wings were all dirty and had broken paint in several places, door also looked very old and far from my expectations of the brand new airplane. Nevertheless, I decided to test the level of my fear of flying and get on the plane. Just for the record I noted the airplane registration code PK-KKI.

When arrived in Jakarta I looked up the airplane code in the database and the "brand new" aircraft that I was flying apparently had its first flight on 10-12-1988, thus being 17 years old age aircraft, which if compared humans, the airplane would be in its late forties. In its long life the mentioned airplane also traveled a lot as it was previously used by Sahara India Airlines, Sierra National Airlines and Air Belgium (first owner), thus having pretty much interesting life as an aircraft. Now a question arises if I had a bad lack to fly with the only old airplane in Adam Air's fleet or actually the fleet is not as new as I've expected.

Following my curiosity I prepared a table of Adam Air owned aircrafts providing the age of each aircraft : Registration Aircraft First flight date Aircraft Age (Danger !)
PK-KKF 737-200 12-02-1980 26
PK-KKN 737-200 21-03-1980 25
PK-KKQ 737-200 16-01-1981 25
PK-KKJ 737-200 03-02-1982 24
PK-KKL 737-200 12-04-1984 21
PK-KKE 737-300 31-08-1987 18
PK-KKP 737-200 31-05-1988 17
PK-KKH 737-400 11-07-1988 17
PK-KKU 737-300 04-08-1988 17
PK-KKI 737-400 10-12-1988 17
PK-KKD 737-400 22-12-1988 17
PK-KKR 737-300 09-01-1989 17
PK-KKS 737-400 28-01-1989 17
PK-KKT 737-400 05-09-1989 16
PK-KKG 737-400 07-01-1991 15
PK-KKC 737-400 09-01-1992 14
PK-KKA 737-500 10-06-1997 08
[only 1 (one) aircraft rather safe ?]

Looking at that I feel I was actually lucky as the 17 years old aircraft I had a pleasure to fly with is actually very new if compared to another Aircraft used by Adam Air registered as PK-KKN (KKN is actually one of the most popular acronyms in Indonesia originated from Korupsi-Kolusi-Nepotisme) which at a current date is 25 years old.

Comparable to human age this aircraft would be in its late seventies and probably already having one spot booked at the graveyard. Base on the table above we can also calculate an average age of the Adam Air's fleet, which is 18 years. Actually, there was only one airplane that was less than 10 years old and if I'm not mistaken that must be the Adam Air aircraft authorized to land in Singapore.

Clearly, many passengers chose Adam Air airlines thinking about the new airplanes, when actually the fleet is full of refurbished aircrafts with only one relatively new aircraft which is used by Adam Air marketing team to create an image or rather mirage (khayalan belaka), of having fleet of new aircrafts. Maybe Adam's Air definition of "new" is somehow only for local Indonesian definition, thus I might have wrong perspective.

To verify that I compared age of major Indonesian airlines and came up with the following statistics of Indonesian aircraft carriers average age of the fleet :
Garuda Indonesia - Age 10.0 years
Lion Air - Age 17.3 years
Adam Air - Age 18.1 years
Awair - Age 18.8 years
Merpati - Age 21.6 years
Batavia - Age 23.4 years
Sriwijaya Air - Age 23.5 years
Mandala Airlines - Age 23.9 years
Bouraq Indonesia Airlines - Age 25.1 years

Shocking !
With 18 years old fleet of elderly aircrafts Adam Air comes on the third position of the newest aircraft fleet in Indonesia. Garuda Indonesia leads with 10 years old fleet. Another great surprise is that none-budget carried Lion Air comes second with just a little over 17 years old fleet ? that is almost half older fleet than Garuda Indonesia. The list is closed by Bouraq Indonesian Airlines which with 25 years old fleet gives me an idea of a Fear Factor stunt-man "Flight with Bouraq" for trial & error-test of flying phobia (penyakitan ketakutan/gamang). Mandala Airlines comes second from the end. Having Mandala Airlines so low in the list reminds me about the Mandala's Boeing 737-200 crash on 05/09/2005 which resulted in total body count almost 150. At the date of incident the PK-RIM aircraft was almost 24 years in service. For comparison the Lion Air's McDonnell-Douglas MD-82 airplane that crashed in Solo Airport on 30/11/2004 at the date of incident that resulted in 25 fatalities was 20 years in service. At last report, it had accumulated 56,674 flight hours and 43,940 landings ! I somehow think that it's not just a coincidence that the aircraft that crashed were at least 20 years old.

To compare that to the foreign airlines, I checked the average age of fleet of pervious owners of the Adam Air's PK-KKI aircraft I was flying with.
Blue Panorama Airlines : Age of the fleet - 11.6 years
Sahara India Airlines : Age of the fleet - 10.5 years
Interesting, 11.6 years and 10.5 years which I think proves that both airlines found this plane too old to operate, while Adam Air management thinks operating 17 years old aircraft is perfectly fine?. if SNOBBISH ! But FOOLISH?
Browsing through recent newspapers I've found several articles that will be a good conclusion for this post. The first one comes from The Jakarta Post (dated 11 February 2006) : An Adam Air Boeing 737-300 plane serving the Jakarta-Makassar route was forced to make an emergency landing Saturday at the small Tambulaka Airport in Sumba, East Nusa Tenggara, a spokesperson for Adam Air said. The plane took off from Jakarta's Soekarno-Hatta International Airport at 6:20 a.m. with 145 passengers on board. It was scheduled to land at Hasanuddin Airport in Makassar at 9:25 a.m. local time, Suwandi, Adam Air supervisor for Makassar, said. There is a one hour time difference between Jakarta and Makassar. However, navigational problems caused pilot Tri Tuniogo to lose contact with the destination airport, he said. The plane was later found to have landed at Tambolaka at 9:45 a.m. local time. "No one was hurt in the incident," Didik, Adam Air's public relations officer for Jakarta, said, adding that the emergency landing was made due to bad weather. "As to whether it was a storm or heavy rain that forced the pilot to land?" we remain uninformed," he said. Ok, so there was a bad weather and airplane had to land. Nothing unusual, right? Until you read the follow-up published on the Valentine's day.

The Ministry of Transportation considers that Adam Air committed a serious violation when operating a plane still required for "evidence" following a serious incident affecting the navigation system of the plane. "That is a serious violation and the first ever committed by an airline in Indonesia. The Adam Air management needs to be examined in connection with it," the Ministry's Director General of Air Transportation, Iksan Tatang, said replying a reporter's question here on Monday. Adam Air's Boeing 737-300 aircraft with flight number DHI728 had made an emergency landing at Tambolaka airstrip in West Sumba, East Nusa Tenggara, after wandering for three hours due to a navigation system failure on its way from Jakarta to East Nusa Tenggara with The Director General said the plane should not have been flown pending an examination by the National Committee of Transportation Safety (KNKT) and the Directorate of Airworthiness Certification. That's interesting.

Previously it was a bad weather and now it is a navigation system failure. Huh? I think the real story came up only because of the serious violation committed by Adam Air. FYI two of my friends fly with Lion Air from Manado and airplane had serious malfunction to the extent that stewardess ordered everyone to wear a life vest. Fortunately flight finished without fatalities and nothing appeared in news if Probably thanks to the KKN acronym I've mentioned before. You probably wonder how old was that Boeing 737-300 which got navigation system failure acka landed because of bad weather? Looking at the age of Adam Air's 737-300 fleet, the plane must be at least 17 years in service. That is probably 3 years too short to have this small incident resulting in fatalities and adding another Indonesian airplane crash to the list. Looking at the whole picture, I predict there will be at least one Indonesian aircraft crash before the end of this year 2006. Thus, have a nice flight everyone !

March 28, 2006

Mentalitas Wirausahawan

Oleh Lilly H. Setiono

Selama tahun 2002 ini, kondisi negara kita di berbagai bidang tidak menunjukkan perubahan berarti. Kebijakan pemerintah masih simpang siur, hukum semakin tidak jelas, dan kondisi sosial kian tidak menentu. Di bidang ekonomi, tidak ada perubahan kearah yang lebih baik. PHK tetap berlangsung karena banyak wirausahawan tidak lagi berminat memulai atau mengembangkan usahanya dan para investor asing sudah banyak yang memutuskan untuk memindahkan usahanya ke negara lain yang lebih menjanjikan.

Di sisi lain, jumlah populasi dengan usia produktif tidak bisa begitu saja menganggur. Hidup tetap harus berjalan dan penghasilan tetap mesti dicari untuk menutupi biaya hidup yang kian mahal. Berbagai ide bisnis bermunculan dan di diskusikan dalam berbagai pertemuan baik formal maupun informal. Sebagian ide tersebut memang hanya merupakan "mimpi yang indah" tetapi sebagian lagi ditanggapi dengan antusiasme yang tinggi. Dari hal ini terlihat bahwa masyarakat kita justru merasa terpacu ketika dihadapkan pada suatu krisis yang berkepanjangan. Hal ini senada dengan pendapat yang dikemukakan Ralph Stacey (1997) dalam tulisannya berjudul "Excitement and Tension at the Edge of Chaos" yang mengatakan bahwa kreativitas cenderung meningkat pada saat situasi semakin parah, atau sering disebut dengan istilah populernya "kreatif karena kepepet". Jika asumsi Stacey ini benar, sangat mungkin "mimpi-mimpi indah" itu sudah ada di benak banyak sekali penduduk Indonesia yang secara kreatif dan positif menginginkan perubahan.

Masalahnya sekarang, bagaimanakah mewujudkan jutaan mimpi indah itu menjadi kenyataan? Apa saja faktor-faktor psikologis yang harus dimiliki sang wirausaha sehingga dapat mewujudkan mimpi indahnya tersebut? Artikel ini ditulis dengan harapan dapat inspirasi bagi para pemilik mimpi indah supaya mereka bisa mempersiapkan diri dalam usaha mereka membuat mimpi itu menjadi kenyataan.



Beberapa Alternatif

Bagi orang-orang yang memiliki "mimpi-mimpi indah", ada beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk mewujudkan mimpi tersebut. Beberapa alternatif tersebut diantaranya:



1. Menjadi wirausahawan mandiri

Untuk menjadi seorang wirausahawan mandiri, berbagai jenis modal mesti dimiliki. Ada 3 jenis modal utama yang menjadi syarat: (1) sumber daya internal yang merupakan bagian dari pribadi calon wirausahawan misalnya kepintaran, ketrampilan, kemampuan menganalisa dan menghitung risiko, keberanian atau visi jauh ke depan. (2) sumber daya eksternal, misalnya uang yang cukup untuk membiayai modal usaha dan modal kerja, social network dan jalur demand/supply, dan lain sebagainya. (3) faktor X, misalnya kesempatan dan keberuntungan. Seorang calon usahawan harus menghitung dengan seksama apakah ke-3 sumber daya ini ia miliki sebagai modal. Jika faktor-faktor itu dimilikinya, maka ia akan merasa optimis dan keputusan untuk membuat mimpi itu menjadi tunas-tunas kenyataan sebagai wirausahawan mandiri boleh mulai dipertimbangkan.

2. Mencari mitra dengan "mimpi" serupa.

Jika 1 atau 2 jenis sumber daya tidak dimiliki, seorang calon wirausahawan bisa mencari partner/rekanan untuk membuat mimpi-mimpi itu jadi kenyataan. Rekanan yang ideal adalah rekanan yang memiliki sumber daya yang tidak dimilikinya sendiri sehingga ada keseimbangan "modal/sumber daya" di antara mereka. Umumnya kerabat dan teman dekatlah yang dijadikan prospective partner yang utama sebelum mempertimbangkan pihak lainnya, seperti beberapa jenis institusi finansial diantaranya bank.

Pilihan jenis mitra memiliki resiko tersendiri. Resiko terbesar yang harus dihadapi ketika berpartner dengan teman dekat adalah dipertaruhkannya persahabatan demi bisnis. Tidak sedikit keputusan bisnis mesti dibuat dengan profesionalisme tinggi dan menyebabkan persahabatan menjadi retak atau bahkan rusak. Jenis mitra bisnis lainnya adalah anggota keluarga; risiko yang dihadapi tidak banyak berbeda dengan teman dekat. Namun, bukan berarti bermitra dengan mereka tidak dapat dilakukan. Satu hal yang penting adalah memperhitungkan dan membicarakan semua risiko secara terbuka sebelum kerjasama bisnis dimulai sehingga jika konflik tidak dapat dihindarkan, maka sudah terbayang bagaimana cara menyelesaikannya sejak dini sebelum merusak bisnis itu sendiri.

Mitra bisnis lain yang lebih netral adalah bank atau institusi keuangan lainnya terutama jika modal menjadi masalah utama. Pinjaman pada bank dinilai lebih aman karena bank bisa membantu kita melihat secara makro apakah bisnis kita itu akan mengalami hambatan. Bank yang baik wajib melakukan inspeksi dan memeriksa studi kelayakan (feasibility study) yang kita ajukan. Penolakan dari bank dengan alasan "tidak feasible" bisa merupakan feedback yang baik, apalagi jika kita bisa mendiskusikan dengan bagian kredit bank mengenai elemen apa saja yang dinilai "tidak feasible". Bank juga bisa membantu kita untuk memantau kegiatan usaha setiap tahun dan jika memang ada kesulitan di dalam perusahaan, bank akan mempertimbangkan untuk tidak meneruskan pinjamannya. Ini merupakan "warning" dan kontrol yang bisa menyadarkan kita untuk segera berbenah. Wirausahawan yang "memaksakan" bank untuk memberi pinjaman tanpa studi kelayakan yang obyektif dan benar akhirnya sering mengalami masalah yang lebih parah. Agunan (jaminan) disita, perusahaan tidak jalan, dan hilanglah harapan untuk membuat mimpi indah menjadi kenyataan. Kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi, dalam skala kecil maupun skala nasional. Pinjaman seringkali melanggar perhitungan normal yang semestinya diterapkan oleh bank sehingga ketika situasi ekonomi tidak mendukung, sendi perekonomian mikro dan makro pun turut terbawa jatuh.

3. Menjual mimpi itu kepada wirausawahan lain (pemilik modal)

Jika teman atau kerabat yang bisa diajak bekerjasama tidak tersedia (entah karena kita lebih menghargai hubungan kekerabatan atau persahabatan atau karena memang mereka tidak dalam posisi untuk membantu) dan tidak ada agunan yang bisa dijadikan jaminan untuk memulai usaha anda, ada cara lain yang lebih drastis, yaitu menjual ide atau mimpi indah itu kepada pemilik modal. Kesepakatan mengenai bagaimana bentuk kerjasama bisa di lakukan antara si pemilik modal dan penjual ide. Bisa saja pemilik modal yang memodali dan penjual ide yang menjalankan usaha itu, bisa juga penjual ide hanya menjual idenya dan tidak lagi terlibat dalam usaha itu. Jalan ini biasanya diambil sesudah cara lainnya tidak lagi memungkinkan sedangkan ide yang kita miliki memang sangat layak diperhitungkan.

Ketiga cara di atas selayaknya dipikirkan sebelum seseorang mengambil keputusan untuk menjadi wirausahawan. Tanpa pemikiran mendalam, pengalaman pahit akan menjadi makanan kita. Banyak usaha yang akhirnya gulung tikar sebelum berkembang. Contohnya, pada tahun 1998, penduduk Jakarta tentu masih ingat akan trend "kafe tenda" sebagai reaksi atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang saat itu banyak terjadi. Tiba-tiba saja banyak mantan karyawan perusahaan beralih profesi menjadi wirausahawan. Bahkan usaha tersebut ramai-ramai diikuti oleh pula oleh para selebritis. Trend ini tidak mampu bertahan lama. Banyak "usaha dadakan" ini terpaksa gulung tikar. Entah kemana para wirausahawan baru kita ini akhirnya menggantungkan nasibnya sekarang.


Mentalitas Wirausahawan: Mitos atau Realita?

Untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang wirausahawan yang sukses memang diperlukan berbagai faktor pendukung. Selain modal (sumber daya seperti tersebut di atas), masih ada faktor lain yang merupakan syarat untuk keberhasilan seorang wirausahawan. Banyak yang mengatakan "mental" atau "bakat"; dalam bahasa umum "bakat dagang", merupakan salah satu diantara faktor tersebut. Meskipun belum banyak penelitian ilmiah mengenai mental atau kepribadian wirausahawan, namun ada beberapa fakta maupun asumsi yang bisa menerangkan bahwa memang ada perbedaan karakter antara wirausahawan dengan non-wirausahawan. Bisa saja perbedaan itu tumbuh karena kebiasaan atau pengaruh lingkungan sehingga menjadi karakter yang menetap dalam kepribadian seseorang

Bagi pengikut aliran non-deterministic, bakat dagang mungkin lebih bisa diterima sebagai sebuah mitos, sebab sulit untuk mengatakan bahwa seorang bayi memiliki "in-born entrepreneurship trait". Lebih logis bila mengasumsikan bahwa "bakat dagang" yang dimitoskan mungkin merupakan kumpulan dari kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dimiliki oleh wirausahawan lewat proses pembelajaran sejak dini. Kebiasaan ini disosialisasikan dan dikondisikan secara konstan kepada individu atau kelompok tertentu sehingga menjadi ciri karakter yang kuat dan mengakar di dalam mereka. Sebagian dari kebiasaan itu adalah:

· menghitung untung rugi setiap tindakan/keputusan yang diambil
· melihat peluang dan menganalisis kebutuhan pasar
· mengelola sumber daya (planning, organizing, directing, controlling)
· bekerja keras secara konstan dan mencari solusi bagi masalahnya
· kebiasaan "jatuh-bangun" sehingga tidak lagi takut membuat keputusan

Selain faktor kebiasaan di atas, masih banyak faktor lain yang turut menentukan apakah seseorang bisa menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Beberapa di antaranya adalah:

1. Kreatif & Inovatif

Seorang wirausahawan umumnya memiliki daya kreasi dan inovasi yang lebih dari non-wirausahawan. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikirkan olehnya dan dia mampu membuat hasil inovasinya itu menjadi "demand". Contohnya: Menjelang tahun 2000, ada sekelompok orang yang menjadi "kaya raya" karena mereka berhasil menjual ide "the millenium bug". Puluhan juta dollar bergulir di industri komputer dan teknologi hanya karena ide ini. Software baru, jasa konsultasi teknologi komputer bahkan Hollywood pun berhasil membuat ide ini menjadi industri hiburan yang menghasilkan puluhan juta dollar. Film "The Entrapment" adalah salah satu hasilnya. Contoh lainnya yang sederhana adalah pengemasan air minum steril kedalam botol sehingga air bisa diminum langsung tanpa dimasak. Banyak sekali contoh lain yang menunjukkan bahwa kreatifitas dan inovasi adalah salah satu faktor yang bisa membawa seseorang menjadi wirausahawan sukses. Perlu diingat bahwa kreatifitas dan inovasi bukan merupakan satu-satunya faktor penentu karena artispun harus memiliki kedua faktor ini sebagai penentu kesuksesannya.

2. Confident, Tegar dan Ulet

Wirausahawan yang berhasil umumnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi, tegar dan sangat ulet. Ia tidak mudah putus asa, bahkan mungkin tidak pernah putus asa. Masalah akan dihadapinya dan bukan dihindari. Jika ia membuat salah perhitungan, saat ia sadar akan kesalahannya, ia secara otomatis juga memikirkan cara untuk membayar kesalahan itu atau membuatnya menjadi keuntungan. Ia tidak akan berhenti memikirkan jalan keluar walaupun bagi orang lain, jalan keluar sudah buntu. Kegagalan akan dibuatnya menjadi pelajaran dan pengalaman yang mahal. Semangatnya tidak pernah luntur; ada saja yang membuatnya bisa berpikir positif demi keuntungan yang dikejarnya. Kualitas kepribadian seperti ini tidak mungkin tumbuh secara mendadak. Keuletan, ketegaran dan rasa percaya diri tumbuh sejak dini (usia balita) dan sudah menjadi karakter atau dasar kepribadiannya. Sulit (bukan tidak mungkin) bagi seorang dewasa membentuk kualitas-kualitas ini jika tidak dimulai sejak masa balita.

3. Pekerja Keras

Waktu kerja bagi seorang wirausahawan tidak ditentukan oleh jam kerja. Saat ia sadar dari bangun tidurnya, pikirannya sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah. Kadang dalam tidurnyapun ia tetap berpikir. Membiarkan waktu berlalu tanpa ada yang dipikirkan atau dikerjakan kadang membuatnya merasa "tidak produktif" atau merasa kehilangan kesempatan.

4. Pola Pikir Multi-tasking

Seorang wirausahawan sejati mampu melihat sesuatu dalam perspektif/dimensi yang berlainan pada satu waktu (multi-dimensional information processing capacity). Bahkan ia juga mampu melakukan "multi-tasking" (melakukan beberapa hal sekaligus). Kemampuan inilah yang membuatnya piawai dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi oleh perusahaan. Semakin tinggi kemampuan seorang wirausahawan dalam multi-tasking, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produktif.

5. Mampu Menahan Nafsu untuk Cepat Menjadi Kaya

Wirausahawan yang bijak biasanya hemat dan sangat berhati-hati dalam menggunakan uangnya terutama jika ia dalam tahap awal usahanya. Setiap pengeluaran untuk keperluan pribadi dipikirkannya secara serius sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang ada akan diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja. Keuntungan tidak selalu menetap, kadang ia harus merugi dan perusahaan harus tetap dipertahankan. Oleh sebab itu, jika ia memiliki keuntungan 10, hanya sepersekian yang digunakan untuk keperluan pribadinya. Sebagian besar disimpannya untuk digunakan bagi kemajuan usahanya atau untuk tabungan jika ia terpaksa mengalami kerugian.

Wirausahawan yang bijak juga mengerti bahwa membangun sebuah perusahaan yang kokoh dan mapan memerlukan waktu bertahun-tahun bahkan tidak jarang belasan atau puluhan tahun. Seorang wirausahawan yang memulai usahanya dari skala yang kecil hingga menjadi besar akan mampu menahan nafsu konsumtifnya. Baginya, pengeluaran yang tidak menghasilkan akan dianggap sebagai sebuah kemewahan. Jika tabungannya tidak cukup untuk membeli kemewahan itu, dia akan menahan diri sampai tabungannya jauh berlebih. Ia juga menghargai keuntungan yang sedikit demi sedikit dikumpulkannya. Keuntungan itu diinvestasikannya ke dalam usaha lainnya sehingga lama-kelamaan hartanya bertambah banyak. Dalam hal ini memang ada benarnya pepatah yang mengatakan: "hemat pangkal kaya".

Sebaliknya, wirausahawan yang tidak bijak seringkali tidak dapat menahan nafsu konsumtif. Keuntungan dihabiskan untuk berbagai jenis kemewahan dan hal yang tidak produktif sehingga tidak ada lagi tabungan untuk perluasan perusahaan atau untuk bertahan pada masa sulit. Perusahaanpun tidak lama bertahan.

6. Berani mengambil risiko

Seorang wirausahawan berani mengambil risiko. Semakin besar risiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan karena jumlah pemain semakin sedikit. Tentunya, risiko-risiko ini sudah harus diperhitungkan terlebih dahulu. (Lihat artikel: Risiko-Risiko Pengembangan Bisnis)

7. Faktor Lainnya

Masih banyak lagi faktor yang belum terungkap dalam artikel ini. Saya berharap para pembaca yang memiliki pengalaman lain mau membagikan pengalamannya agar dapat menjadi inspirasi bagi calon-calon wirausahawan baru. Negara kita memang sedang membutuhkan wirausahawan baru untuk membangun kembali ekonomi yang morat-marit ini.

Bagi mereka yang sudah memiliki ide dan mimpi indah, cobalah mulai berhitung. Siapa tahu anda sudah memiliki banyak faktor yang disebutkan di atas dan anda tinggal mengatakan pada diri anda:"Just try it". Bagi anda yang merasa bahwa dunia wirausaha bukan dunia anda, jangan kecil hati..sebab anda masih bebas bermimpi. Selain mimpi itu gratis, segala sesuatu yang baru selalu dimulai dari mimpi indah. "Selamat bermimpi". (jp)

March 26, 2006

WISE WORDS & POEMS FOR MY COMRADES IN BATTLE

Find Me the Way

Find me the way to guide the spirit away from the day
light me the torch to go back many decades to find you
wheter the sky is dark blue or just simply burnt red
some of us not resting quite well
so shoot me down to the land of pain
where each man tortured as a lamb
and the dirt is so thick even cat fall to the hole
so where should i land my feet to get start?
find me the city where once i've built my self
make my community in shallow thought
in which all eyes sorounded me in sort of ways
and feed me with sight and hearing
the seed that grow inside of me have all been licked out ?
so where does it lays now?
even in my journey to the bone still i cant taste the sweet
i must rerun my live..rearrange my memories to put you up high
and if i ever come back to you
to low now
find me the name that could replace the pain you bring
in such ways all the pain reorganize in form of heavy energy
fly away to the sun surface
there lies the clue to all misteries of my life
the guides to the past
a book for the future
and dark cloud of night that shivering..shining blurry
where do i stand.. in the sheet of empty matrix

find me my memories of the past
in where your face hang smille and your touch all over me
in which your sound awake my spirit high
so i could estrange my self up
and fly to the moon..to the milky way
find me my face ..find me my name
when i could not hate my self

Help Me

Hey mister could you give me a ride to heaven?
i bored of waiting in hope
what tomorow bring ? when you offered me much drink
look at those prety girls in those nice silk, they sing and dance
i want to be a dancer just like bird in the glance

hey mister please don't stop talking to me
i want you to help me out from here, i want to be free
just like you ,being the centre of universe
and if i should running with these bare feet
you could draw me a path in these blank sheet
but mister what would you over to me next to these wine
please don't smoke me up in the dust

hey mister, we could paint a mountain in thousand colour
we could drawn in the ocean of words
could i believe in you ?, cause i don't believe in anything
i want to be painted grey
felt so simbolic yesterday
look at us so great in the conversation
even if the colour would melt and the mountain would freeze
we will never fall down

hey mister, they talking bout us in their sleep
and if you felt it's not disturbing, i would love to stay and cheers
we all want to be a stars..we don't know how..and we don't know why
someday every body loves me.. and i'll be as happy as i wanna be

The Real of Memory

Time that was passing over
When everything don't make real there was only dream
For Life and love when something to hopeless
Only smile your face in my dream and nothing I reach
Misty in my arm and sorrow broked feel everytime
When I knew about the nexttime in my life
So I am catch a feel good , who make nothing uncertainly
For the time only soul will great to ease the pain
And memory by time maybe not diappear
Feel do not make something good, if I think only breath
nothing a spirit to get, only dream and suggested
Love as a flower that will be withered and maybe couldn't grow again
Only dream in my memory I felt, and only compaction in my life
The real of memory, I think of you always remember it
A blame maked timidity and dark

Wise Words

1. A person needs just 3 things: someone to love, something to do, and something to hope for
2. A sweet first meeting opened up two people’s heart, love did the rest
3. Having a person to understand is better than many others who leave in hard condition
4. Learn from yesterday, do your best today, plan for a better tomorrow
5. Life will so beautiful with a right person to share with
6. Love is so unpredictable, don’t try to plan it, just surf inside
7. Love may be blind, but can see in dark
8. Love will find its own way even in the dark
9. Make hopes as long as you can, cause your life will mean nothing when you stop hopping
10. May today be just the beginning of many wonderful days to come
11. No words can exactly describe what love is, hearts just know
12. Somethings are better left unsaid, don’t call them secrets, those are understanding
13. The true beauty is not how your skin looks like, true beauty is what inside you
14. There’s only one single thin line between love and hate
15. Trust your heart, and it will guide you to face this life
16. True love is forever, it can feel no hurts, no pain, and full of forgiveness
17. What night is night without a love inside, what day is day without a love beside
18. You wouldn’t know what life is before you fall deeply in love

March 25, 2006

Dongeng Cinta

Suatu ketika terdapat sebuah pulau tempat tinggal seluruh perasaan: Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan dan masih banyak lagi yang lain, termasuk diantaranya Cinta. Suatu hari diumumkan kepada seluruh perasaan bahwa pulau tersebut tidak lama lagi akan tenggelam,sehingga seluruh perasaan yang ada segera mempersiapkan perahunya untuk pergi.

Cinta ingin terus bertahan hingga detik terakhir. Saat pulau hampir tenggelam barulah Cinta berpikir untuk minta bantuan. Kekayaan lewat didepannya dengan kapalnya yang megah, Cinta berkata,"Kekayaan bolehkah aku pergi bersamamu?" Kekayaan menjawab," Tidak bisa, kapalku penuh dengan emas permata, tidak ada lagi ruang yang tersisa."

Cinta memutuskan untuk bertanya kepada Kesombongan yang melewatinya dengan kapalnya yang indah." Kesombongan, tolong selamatkan aku!" "Cintaku sayang, aku tidak bisa membantumu. Kamu basah sekali, nanti merusak kapalku yang indah.

Kesedihan tampak berlayar di dekat pulau. Cinta pun berteriak, "Kesedihan izinkan aku pergi bersamamu." "Aduh.....Cinta, aku terlalu sedih. Sekarang aku hanya ingin menyendiri, kamu tidak bisa ikut denganku."

Setelah beberapa saat, Kebahagiaan tampak di kejauhan, tetapi dia terlalu bahagia sehingga tidak mendengar saat Cinta memanggilnya. Tiba-tiba terdengar suara "Cinta ikutlah denganku." Muncullah sosok tua dengan kapalnya yang tidak kalah tua namun berkesan agung dan anggun berwibawa. Cinta merasa sangat bersyukur, langsung naik ke kapal. Akibat terlalu girang bisa selamat dari Pulau Perasaan yang tenggelam, saat mencapai daratan kering, Cinta lupa menanyakan sosok tersebut hingga sosok tua itu hilang menjauh ditelan cakrawala, melanjutkan perjalanannya.

Sadar betapa besar utang budinya kepada sosok tua tersebut, Cinta pun bertanya kepada Pengetahuan, sesepuh para perasaan yang ditemuinya di pulau itu." Siapakah yang telah menolongku?" " Dia adalah Waktu," jawab Pengetahuan. "Waktu?" tanya Cinta tak percaya" Tapi mengapa Waktu bersedia menolongku?" Pengetahuan tersenyum bijak dan menjawab. "Karena hanya Waktu yang dapat memahami betapa besar arti sebuah Cinta."

March 19, 2006

Intrik - Terbalik

SALAH satu kredo yang selalu saya promosikan secara gencar sejak setahun lalu adalah mengajak orang untuk berani berpikir terbalik. ''Reverse thinking'' atau berpikir terbalik bukanlah teknik berpikir yang baru. Sudah lama dipraktekkan para inovator dan kaum pemikir. Tujuannya semata untuk mencari terobosan baru. Sederhana saja.

Minggu lalu, dalam sebuah diskusi entrepreneur, seorang peserta bertanya, ''Kalau begitu, sukses brownies kukus Amanda itu adalah brownies yang dikukus atau bolu kukus yang di-brownies-kan?'' Ini pertanyaan yang unik. Sebab, menurut cerita, resep asli yang diperoleh Ibu Sugeng pada 1999 dari adiknya di Yogya memang resep bolu kukus. Resep inilah yang kemudian dikembangkan dan disempurnakan menjadi produk andalan brownies kukus Amanda yang saat ini sangat terkenal.

Mungkin saja brownies kukus Amanda adalah contoh berpikir terbalik yang nyata. Andai kata dipromosikan bolu kukus brownies, mungkin konsumen tidak akan penasaran. Tapi, ketika dibalik menjadi brownies yang dikukus, benak konsumen menjadi bertanya-tanya, karena brownies yang biasanya dipanggang menjadi luar biasa dengan pakem yang menyalahi kebiasaan ini. Nah, cara berpikir terbalik atau reverse thinking ini bisa menjadi terobosan yang Anda nanti-nantikan.

Beberapa produk dunia yang menjadi tren global juga tak jarang menggunakan konsep berpikir terbalik. Ketika jam-jam digital Jepang yang sangat murah menyerang pasar global, industri jam di Swiss hampir bangkrut total. Satu perusahaan kemudian berpikir terbalik menciptakan Swatch atau Swiss Watch, yang trendi itu. Swatch tidak menjadi arloji biasa. Orang membeli Swatch bukan karena mutu Swatch sangat akurat menunjukkan waktu, melainkan semata-mata karena Swatch menjadi aksesori fashion baru. Sebuah tren baru yang bentuknya jam tangan. Tak mengherankan apabila orang kemudian mengoleksi Swatch sama seperti orang mengoleksi tas, jaket, dan sepatu.

Contoh lain diterapkan Heinz, produsen saus tomat di Amerika. Mulanya produk saus tomat mengalami kemandekan alias tidak tumbuh secara baik dari tahun ketahun. Semata-mata karena penetrasi pasar saus tomat di Amerika sudah mencapai hampir 100%. Heinz mencoba mencari sebuah solusi terobosan. Secara tradisional, kalau sampai meningkatkan pertumbuhan, Heinz harus mempromosikan orang untuk mengonsumsi lebih banyak saus tomat. Misalnya, saus tomat dijadikan saus pendamping pada makanan lain. Ini cara berpikir yang normal.

Heinz berpikir abnormal atau terbalik. Mungkinkah saus tomat dipakai untuk konsumsi yang berbeda? Dalam survei dan observasi, terutama di gerai-gerai masakan siap saji, ternyata ditemukan anak-anak yang sering menggunakan saus tomat secara berlebihan semata-mata untuk dijadikan permainan. Dengan kentang goreng, misalnya, saus tomat dicorat-coret menjadi bentuk lukisan. Lalu hal ini memotivasi cara berpikir Heinz untuk berpikir terbalik. Mengubah fungsi saus tomat.

Akhirnya Heinz mendesain ulang botol saus tomat dengan menggunakan bahan plastik dengan moncong lebih runcing, sehingga memudahkan anak-anak menggunakannya. Dengan botol ini, anak-anak menemukan saus tomat Heinz lebih asyik dipermainkan atau dijadikan alat untuk melukis. Heinz kemudian juga menciptakan saus tomat dengan warna baru, yaitu biru, hijau, dan ungu. Anak-anak merasa gembira karena punya mainan baru saus tomat aneka warna.

Ibu-ibu mulanya kesal dengan ulah Heinz ini, tapi kemudian ikut arus. Anak-anak yang susah makan menjadi lebih mudah makan karena menemukan bahwa makan bisa menjadi rekreasi baru. Celakanya, ibu-ibu yang tadinya hanya membeli satu botol saus tomat, kini harus membeli dua-tiga botol. Dalam waktu seketika, penjualan saus tomat Heinz menjadi berlipat ganda. Tumbuh lebih cepat berkat pemikiran yang tidak normal.

Ketika produsen alat-alat olahraga Puma ingin menciptakan produk-produk eksklusif, mereka juga berpikir melawan arus. Diciptakanlah serangkaian produk yang ditujukan buat eksekutif, menggunakan merek baru, ''96 hours''. Produk-produk ''96 hours'' sangat revolusioner, di mana produk Puma dijual dalam satu koper kecil praktis, yang memungkinkan seorang eksekutif berpergian selama empat hari tapi memiliki pakaian lengkap hingga sepatu lengkap. Uniknya, konsep ''96 hours'' tidak dipublikasikan secara luas, tapi dirahasiakan. Hasilnya, ''96 hours'' jauh lebih cepat terkenal dan menyebar dibandingkan apabila diiklankan. ''96 hours'' menciptakan rasa penasaran yang begitu besar di kalangan eksekutif.

Kafi Kurnia
peka@indo.net.id
[Intrik, Gatra Nomor 18 Beredar Senin, 13 Maret 2006]

March 05, 2006

Tips untuk Si Super Sibuk

Soal menghemat memang tak hanya seputar uang. Waktu pun perlu dihemat agar kegiatan kita tak boros waktu. Apalagi, jika kita harus membagi waktu antara di rumah dan di tempat kerja. Situs About memberikan salah satu paket berisi tips agar kita irit soal waktu. Mari kita simak!
  1. Menaruh barang pada tempatnya. Upaya ini memang membutuhkan tekad yang ekstra kuat agar kita disiplin menaruh barang pada tempatnya. Namun manfaatnya memang akan terasa: kita tidak perlu lagi membuang-buang waktu untuk mencari-cari kunci, mencari dokumen penting, atau membersihkan isi laci yang ternyata separuhnya berisi barang tak terpakai.
  2. Hindari saat mengantre. Bukan berarti Anda harus memotong jalur antrean, lho. Tapi saat berbelanja misalnya, pilihlah di luar jam sibuk. Hindari hari-hari padat seperti Sabtu dan Ahad, terutama pada awal bulan. Terbayang, betapa panjangnya antrean di depan kasir. Kuncinya memang terletak pada perencanaan. Berat? Cobalah dulu!
  3. Lakukan sesuatu saat antre. Jika Anda terpaksa harus mengantre misalnya membayar tagihan listrik, telepon, atau mengurus surat kendaraan, lakukan sesuatu. Misalnya membaca buku, merancang rencana, atau menulis kartu ucapan. Jadi saat hendak keluar rumah, jangan lupa membawa ''bekal''. Bisa berupa buku, atau buku notes Anda.
  4. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah pepatah untuk Anda, yang berarti mengerjakan sejumlah kegiatan yang lokasinya berdekatan dalam satu waktu.
  5. Memasak untuk beberapa hari. Anda bisa manfaatkan waktu libur untuk memasak hidangan selama beberapa hari. Bungkus masing-masing makanan untuk sekali hidang, lalu masukkan ke dalam freezer. Nanti, Anda tinggal menghangatkan. Beberapa jenis adonan kue seperti pancake bahkan bisa disimpan dalam keadaan mentah di freezer Anda.
  6. Memasak sambil mencuci. Ini ide jitu untuk Anda yang mengerjakan tugas memasak sendiri di rumah. Sambil menunggu rebusan Anda mendidih, curilah waktu untuk mencuci satu atau dua perabot Anda. Akhirnya, masakan matang, tugas mencuci pun beres. Lagi-lagi, ada waktu ekstra yang bisa Anda nikmati.
  7. Terimalah uluran tangan orang lain. Saat suami bisa mengulurkan tangan, mengapa disia-siakan? Atau Anda bisa mengajak anak-anak untuk belajar membereskan mainan mereka.
From: marketing_leadership-club@yahoogroups.com

February 19, 2006

T e n a n g l a h

Kita sering dihadang oleh berbagai kesulitan. Sesak rasanya hati, ketika otak seperti terhenti, buntu tak menemukan solusi. Terkadang tiada teman yang datang, untuk menghadapi rintangan yang menghadang.

Ada sebuah buku yang berkali-kali menjelaskan, bahwa di puncak kesulitan, pasti ada jalan keluar. Ketika orang berada di puncak kesulitan, sebenarnya ia telah berada di ambang jalan keluar. Buku lain juga ada yang memaparkan, tentang kisah-kisah orang yang disiksa, dipenjarakan, dikucilkan, diancam, diasingkan, diusir, dicambuk, dimiskinkan dan disengsarakan. Namun, kata buku itu, semua akan berlalu dalam hitungan hari.

Karena setelah itu, muncul "pasukan" yang mengirimkan kebahagiaan, menghibur yang telah putus asa, dan mengabarkan kegembiraan, saat mereka tak ingat lagi akan adanya jalan keluar. Pasukan itu dikirim oleh Zat Yang Maha Mendengar dan juga Maha Menjawab.

Jadi jika engkau mengalami himpitan kesulitan t e n a n g l a h, banyak orang sudah mengalami seperti yang kau alami. Manusia sebelum kita, telah melalui apa yang kita lalui, dan mengalami derita lebih dari yang kita rasa. Mungkin kita lakukan perbuatan baik di malam hari, namun terkotori lagi di siang hari. Itulah hukum alam yang sudah berjalan sejak dahulu.

Kesesakan yang menimpa kita itu, jangan dianggap sebagai bentuk ketidakadilan-Nya. Ini adalah tindakan adil !!! karena memang Tuhan harus menyeleksi hamba-hambaNya, disamping itu, Tuhan memiliki hak untuk disembah, baik dikala susah maupun dimasa yang mudah. Alasan lainnya, karena Tuhan, berhak menggilir keadaan seperti halnya Dia menggilirkan siang dan malam.

Jika demikian kenyataannya, mengapa harus mengeluh, tidak menerima, bahkan menjadi pembangkang terhadap derita yang sedang kita hadapi ?

February 12, 2006

Kisah Seorang Sahabat

Klik, dan Uang pun Mengalir ke Rekening Tabungan

Adalah Robert G. Allen yang memprovokasi saya. Saya penggemar berat dia. Ide-idenya gila banget. Buku-bukunya seperti Multiple Streams of Income, The One Minute Millionaire dan Cracking the Millionaire Code (dua yang terakhir ditulis bersama Mark Victor Hansen) sungguh luar biasa pengaruhnya buat bisnis saya. Rekening tabungan saya tiap hari terus bertambah setelah mempraktekkan ilmunya.

Dia pernah menantang para wartawan untuk membuktikan ilmunya. Dia berani taruhan bahwa rekeningnya akan terisi uang 1 juta dollar dalam satu hari melalui internet. Wartawan pun berkumpul ingin mencatat peristiwa langka ini. Dan benar, dalam satu hari persis masuklah uang 1 juta dollar itu ke dalam rekeningnya. Caranya? Dia menawarkan sebuah seminar seharga $ 100 kepada 400.000 member newsletternya. Respon yang didapat adalah sekitar 1.000 orang yang mendaftar. Hasilnya 2.000 x $ 100 = $ 1.000.000 dalam satu hari. Fantastis.

Berbulan-bulan saya terus memikirkan ide itu di dalam benak saya. Produk saya adalah produk yang cukup kecil segmen pasarnya. Busana muslim. Pemakainya kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. Mereka kebanyakan tidak terlalu akrab dengan internet. Bisa nggak ya?

Akhirnya, September 2003 saya coba-coba bikin situs sendiri dengan program sederhana yang saya bisa. Saya lakukan test and measure kepada paman di Riau supaya membuka situs tersebut dan memperkenalkannya kepada teman-temannya di kantor. Alhamdulillah, responnya bagus. Saya pasang iklan di beberapa situs iklan baris gratis. Leads pun mulai berdatangan. Mulailah transaksi di internet ini mengambil persentase yang signifikan dari omset penjualan toko saya di Tanah Abang.Akhirnya, bulan Maret 2004 saya memutuskan untuk full berjualan via internet dari garasi rumah dan menutup 3 toko di Tanah Abang. Sebab lain seperti sudah saya ceritakan sebelumnya adalah karena bisnis saya nyaris bangkrut dan diusir secara sepihak oleh pihak PD Pasar Jaya. Thanks to them. Hari demi hari rekening tabungan saya terus bertambah. Kadang tidak percaya. Tapi itu benar. Sebenarnya ini adalah jawaban dari pikiran atau doa saya waktu kuliah dulu. The power of thinking terbukti lagi. Saya sering menghabiskan waktu di warnet, browsing dan menghabiskan uang jajan. Lama kelamaan saya berpikir, internet ini tidak bisa lepas dari keseharian saya. Tapi kalau harus mengeluarkan uang terus, bisa jebol kantong saya. Suatu saat, saya harus menghasilkan uang dari internet ini, batin saya. Alhamdullillah, sekarang sudah jadi kenyataan. Klik, dan uang pun mengalir menenuhi rekening saya, sampai-sampai teller bank bingung, kok sebentar-sebentar ganti buku tabungan.
Who Moved Your Cheese?

Buku Who Moved My Cheese karya Spencer Johnson, besar pengaruhnya bagi saya. Tahun 2004, saya tutup 3 toko di Tanah Abang setelah baca buku ini. Saya lakukan business turn around. Mulai lagi dari nol, dari garasi rumah.
Paman saya yang bekerja di Caltex, Riau, juga terpengaruh. Kemudian buku itu dia sebarkan kepada teman-temannya. Sekarang teman-temannya banyak yang mengambil pensiun dini.
Buku sederhana ini mengisahkan tiga ekor tikus yang setiap hari mendapatkan cheese (keju) di tempat yang sama. Lambat laun, mereka mencium bau tak enak dari keju itu. Tak lagi segar baunya. Volumenya pun makin mengecil. Sadar dengan tanda-tanda tidak beres tersebut, tikus pertama mengambil keputusan dan tindakan. Keju ini akan habis tidak lama lagi. Dia langsung bertindak mencari keju di tempat lain. Sementara kedua tikus lainnya, meskipun berpendapat sama, tetap berulang ke sana dengan harapan suatu saat keju tersebut akan diganti yang lebih baik. Singkat cerita, tikus pertama akhirnya menemukan kejunya yang baru, setelah mencari ke sana ke mari. Sedangkan tikus yang dua lagi baru sadar dan mulai bertindak setelah kejunya benar-benar habis! Terlambat.

Di Tanah Abang saya rasakan keju saya mulai berbau tak enak. Mulai basi. Tetangga kiri kanan juga merasakan hal yang sama. Adanya kebakaran, isu pembongkaran, pengelola yang tidak becus, semrawut, premanisme adalah salah satu penyebab keju di sana tidak lagi sedap. Awal 2004, saya ambil keputusan dan tindakan. Angkat kaki dari sana. Hijrah. Alhamdulillah, saya bersyukur dengan keputusan itu. Sekarang keju saya sudah sedap lagi.

Ada juga rekan lain yang punya cerita sama dengan saya. Omset sehari-hari bahkan tak cukup untuk menutup sewa toko. Akhirnya dia juga angkat kaki dari Tanah Abang 2 tahun lalu, lantaran tak sanggup menyambung sewa. Dia pun pindah ke ITC Cempaka Mas yang sewanya masih murah. Sekarang saya dapat kabar bahwa dia sudah sukses. Dalam waktu 2 tahun dia sudah buka 3 toko, beli 3 rumah, 2 mobil, dan sedang menawar sebuah ruko di Bekasi. Dia tidak hanya dapat keju baru, tapi sekalian pabriknya!

Bagaimana dengan keju anda? Apakah masih sedap dan tersedia setiap hari? Apakah makin membesar atau mulai mengecil? Apakah masih akan tersedia di tahun-tahun mendatang?
Jangan Mau Seumur Hidup Habis Waktu Di Jalan

Pernahkah anda hitung berapa jam waktu anda habis di jalan? Saya pernah. Tahun 2001 lalu, waktu mulai buka toko pertama di Tanah Abang, saya tinggal di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Buka toko setiap hari tanpa libur. Setiap hari saya habiskan waktu rata-rata 4 jam di jalan. Artinya, 28 jam seminggu, atau 112 jam sebulan atau 1344 jam setahun. 1344 dibagi 24 jam sama dengan 56 hari, dipotong libur hari raya 14 hari jadi 42 hari. Hampir satu setengah bulan dalam setahun waktu saya habis memegang lempar lembing alias gelantungan di bis. Kalau saya berdagang 10 tahun, berarti 14 bulan waktu saya habis di jalan. Wah, ngeri saya. Kondisi ini harus diubah, pikir saya.

Tahun 2002, saya dan istri memutuskan untuk pindah rumah di Slipi yang hanya 30 menit jaraknya dari Tanah Abang. Lumayan. Waktu yang bisa dihemat bisa digunakan untuk hal yang lain. Pagi-pagi bisa olah raga dulu, baca buku, dengar musik, nonton berita tv. Saya juga memutuskan untuk libur hari Minggu yang bisa kami gunakan untuk jalan-jalan, silaturahmi keluarga, sosial, pengajian dan lain-lain. Jadi, dari segi waktu kualitas hidup kami menjadi lebih baik, alhamdulillah.

Tidak puas sampai di situ, awal 2004 saya memulai bisnis di rumah via internet dan menutup 3 toko di Tanah Abang. Alasan utama sebenarnya karena nyaris bangkrut dan diusir dari Tanah Abang. Alasan lain, karena terprovokasi oleh bukunya Mark G. Nolan, Instant Cashflow. Asyik juga idenya. Di rumah saja tapi duit datang sendiri. Waktu yang habis di jalan menjadi nol! Asyiik.. Jadi saya kembali ke kebiasaan saya semula, menjadi orang malas. Tapi malas dalam artian positif lho. Meskipun malas, tapi otak mikir terus. Mungkin lebih kerennya, work smart.

Menurut saya, duit hilang bisa dicari. Tapi waktu yang hilang terbuang tidak ada gantinya. Waktu berharga sekali. Priceless. Jadi, dengan waktu yang dihemat itu saya bisa melakukan hal lain yang saya suka. Baca buku, dengar musik jazz, olah raga, jalan-jalan, ikut pengajian, melukis, merawat tanaman, bersilaturahmi dengan keluarga, aktif di kegiatan sosial, dan sebagainya.

Saya iri dengan Aa Gym. Perusahaannya sudah belasan jumlahnya. Tapi dia tidak sibuk mengurusinya. Waktunya habis untuk dakwah dan ummat. Akhirat dapat, dunia pun tidak ketinggalan. Beliau adalah mentor saya, walaupun belum pernah bertatap muka langsung. Bagaimana caranya agar saya bisa mengikuti langkahnya?

(Saudaraku Valentino Dinsi, maaf ya, judul bukunya saya pinjam ... ) Notes: Semua ini adalah kisah-kisah yang diuraikan oleh sahabat saya pak Badroni Yuzirman, pemilik dan pemimpin Manet Busana Muslim Plus. Semoga kisah-kisah beliau dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

January 29, 2006

Step by Step Trading Forex Online

Trading Forex Online di Marketiva Step by Step

FOREX TRADING (valas trading) merupakan pasar terbesar di dunia diukur berdasarkan nilai total transaksi. Menurut survei BIS (Bank International for Settlement – bank sentralnya bank-bank sentral seluruh dunia), yang dilakukan pada akhir tahun 2004, nilai transaksi forex mencapai USD 1,900miliar per hari. Dengan demikian, prospek investasi di perdagangan forex adalah sangat bagus.

Pasar valas/forex berjalan selama 24 jam, berputar mulai dari pasar New Zaeland & Australia yang berlangsung pukul 05.00–14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang & Singapura yang berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman & Inggris yang berlangsung pukul 13.00–22.00, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 20.30–10.30. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negara-negara dengan cadangan mata uang asing yang besar sekalipun dapat dikalahkan oleh kekuatan pasar forex/valas yang bebas.

Forex trading (valas trading) saat ini sudah sangat mudah untuk dilakukan oleh siapapun dan dari manapun. Dengan modal komputer yang tersambung ke internet, kita sudah bisa melakukan forex trading (valas trading) baik dari rumah, kantor, warnet, dan darimana saja yang penting ada fasilitas sambungan internet. Dengan mendaftar di Marketiva, Anda tidak perlu lagi memikirkan modal untuk melakukan forex trading (valas trading), begitu daftar langsung bisa trading karena Anda mendapatkan cash reward $5 real money untuk live trading dan $10,000 virtual money untuk simulasi dengan kondisi pasar yang sesungguhnya.

Forex Trading (valas trading) di Marketiva adalah pilihan terbaik bagi para calon trader dalam mengembangkan ilmu, maupun bagi trader profesional dalam bertransaksi forex trading (valas trading).

KEUNGGULAN
Marketiva provides spot forex on major currency pairs and crosses; $5 cash reward you can start trading right away; tight spreads from 3 pips; trading on 1% margin; virtual and live desks within one account; latest news, alerts on market events, signals, no market commissions; zero-interest on open positions, 24-hour support, chat channels, the most sophisticated and easy-to-use forex charting tool; ability to trade from the charts and the best forex trading software available!

Untuk bisa memulai transaksi forex trading (valas trading) di Marketiva, ikutilah langkah-langkah berikut secara berurutan.

MENDAFTAR
Untuk mendaftar, silakan buka website Marketiva, setelah terbuka, klik Open Account, isilah data diri Anda secara lengkap. Untuk field dengan tanda * (bintang) harus Anda isi, yang lain boleh Anda kosongkan.

  • Username: pilihlah username yang indah, karena akan Anda gunakan untuk chatting dengan sesama trader, misalnya: cinta, cantik, handsome, dsb.
  • Password: minimal 8 karakter gabungan huruf dan angka.
  • First Name: isi nama depan Anda
  • Last Name: isi nama belakang Anda, jika nama Anda hanya terdiri dari satu suku kata, masukkan nama Anda tersebut di field First Name dan Last Name. Contoh: jika nama Anda adalah Fitri, maka masukkan First Name: Fitri, Last Name: Fitri.
  • Untuk data alamat isikan sesuai dengan KTP Anda.
  • E-mail: diisi alamat e-mail Anda yang masih aktif.
PERHATIAN: Seluruh data diri yang Anda isikan harus sama dengan KTP, karena akan dilakukan proses verifikasi untuk bisa melakukan transaksi forex trading (trading valas).

Setelah selesai mengisi, klik tombol Continue>

  • User Template: pilih Standar Forex Trader
  • Coupon: boleh dikosongkan
  • Recovery Question: pilih yang paling cocok dengan Anda, misalnya Anda memiliki kucing dengan nama manis, maka pilih: What is your pet's name?
  • Recovery Answer: dalam contoh ini maka jawaban anda adalah: manis
Setelah selesai mengisi, klik tombol next>

  • Berilah tanda chek pada pilihan: I have read, understood, and agree with the Service Agreement under which Marketiva Corporation provides it services and products. I have also read and understood the Risk Disclosure statement and I am willing and able to assume such risks.
Setelah itu klik tombol [finish]. Maka proses pendaftaran Anda sudah selesai.

VERIFIKASI IDENTITAS DIRI
Setelah Anda mendaftar, maka Anda perlu mengupload data diri Anda untuk diverifikasi, Anda hanya diizinkan membuka satu account, berikut data yang dibutuhkan:

  • Image ID: Scan KTP/SIM/KTM atau kartu identitas lain yang ada foto dan nama Anda tertera di kartu identitas tersebut.
  • Image Adress: Scan data tagihan yang alamatnya sama dengan KTP/SIM/KTM Anda, misal tagihan listrik, tagihan telepon, rekening bank dll, data di tagihan ini digunakan untuk konfirmasi alamat.
  • Scan data harus berwarna dan masing-masing file ukurannya maksimal 100kb, jadi sewaktu scan, resolusi di set ke 72-100 dpi saja.
  • Bila Anda tidak mempunya data tagihan yang ada nama dan alamat Anda disitu, maka anda boleh mengupload scan ktp saja, scan bagian depan KTP sebagai ID image, bagian belakang sebagai Address image. Kalau KTPnya tidak memiliki data di bagian belakang, cukup masukkan hasil scan bagian depan tersebut ke dua tempat yang tersedia di formnya.
  • Upload scan data tersebut di sini
Setelah mengupload data, melaporlah ke live support yang ada di situs Marketiva. Beberapa saat kemudin Anda akan diberitahu bahwa data diri Anda telah selesai diverifikasi.

MEMBUKA ACCOUNT E-GOLD
Proses deposit dan withdrawl termudah adalah dengan e-gold, silakan Anda baca secara lengkap tata cara membuka e-gold, klik disini. PASTIKAN: Nama lengkap Anda di account e-gold harus sama dengan nama lengkap di Marketiva, jika tidak sama maka Anda akan mengalami kesulitan dalam proses deposit dan withdrawal.

MENDOWNLOAD DAN MENGINSTAL STREAMSTER
Untuk memulai transaksi forex trading (valas trading) di Marketiva, Anda memerlukan software Streamster, silakan Download dengan cara menekan tombol <Get Streamster> di bagian kanan atas website Marketiva dan install di komputer Anda, kemudian jalankan program Marketiva, Login dengan username dan password yang baru saja Anda buat. Setelah selesai Anda download, double klik file hasil download Anda tersebut untuk menginstallnya di komputer Anda, ikuti langkah-langkah yang diminta.

LOGIN DAN MULAI BERTRANSAKSI
Setelah Anda login masuklah ke room chat international dan indonesia, caranya klik tombol groups di bagian atas jendela streamster, tunggu sebentar sampai ditampilkan daftar room yang ada, pilih international dan indonesia, klik OK, maka otomatis Anda masuk room international dan indonesia. Untuk mulai bertransaksi, bertanyalah kepada support personel dari Marketiva menggunakan bahasa indonesia, boleh di room international maupun di room indonesia. Support personel adalah orang dengan nick yang ada huruf ' i ' (information) di depan nicknya, mereka akan dengan senang hati membantu Anda memahami cara-cara bertransaksi di Marketiva.

MEMBUKA ACCOUNT E-GOLD EXCHANGE
Bila Anda ingin mencairkan e-gold ke dalam bentuk mata uang Rupiah, yang perlu Anda lakukan adalah menjual kembali e-gold Anda ke merchant e-gold di Indonesia contohnya indochanger. Dalam transaksi tersebut Anda akan mentransfer e-gold ke rekening merchant dan Anda akan menerima uang dalam bentuk Rupiah (biasanya melalui ATM atau transfer bank, disarankan Bank Central Asia). Untuk mengisi e-gold, yang Anda lakukan adalah langkah sebaliknya, Anda setorkan Rupiah ke merchant, dan merchant akan mengisi account e-gold Anda. Silakan buka account e-gold exchange Anda di indochanger.

Demikian uraian singkat Step by Step Forex Trading (Valas Trading) di Marketiva. Selamat mencoba, Good Luck.


Khairul Yanis
http://life-adventures.blogspot.com

E-Gold

E-Gold Solusi Praktis Bertransaksi di Internet

Dalam setiap aktifitas eBisnis, kita pasti membutuhkan suatu alat pembayaran digital dalam bertransaksi. Alat pembayaran digital ini disebut e-Currency yaitu alat pembayaran yang sah dan bias diterima secara umum di seluruh dunia, misalnya Credit Card. Namun pemakaian credit card melalui media internet masih banyak memunculkan masalah terutama tingkat keamanannya, apalagi Indonesia sekarang dalam kondisi ter-blacklist oleh sebagian merchant internasional karena tingginya angka ‘carding’ atau penyalahgunaan di Indonesia. Sehingga sebagai alternatif untuk melakukan transaksi secara online di Internet kita dapat menggunakan E-Gold.






adalah suatu alat pembayaran digital baru (digital cash) yang dapat dipergunakan di seluruh dunia, dikeluarkan oleh e-gold Ltd., standar nilainya didasarkan pada 100% harga emas murni yang berlaku di pasar dunia, dan ditampilkan dalam bentuk rekening tabungan e-gold. e-gold adalah suatu mata uang seperti halnya rupiah dan dollars, bukan merupakan mata uang nasional suatu negara.

Ini berarti tidak ada suatu negara yang mengeluarkan uang kertas ataupun logam dalam mata uang e-gold. Malahan setiap transaksi dilakukan secara elektronis melalui internet, tidak terbatas oleh letak geografis suatu negara.e-gold pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama dengan e-mail. Bedanya e-mail adalah sebagai pengganti surat konvensional yang dikirimkan dengan perangko melalui kantor pos; sedangkan e-gold adalah sebagai pengganti (alternatif) untuk transfer uang ataupun pembayaran yang biasa dilakukan melalui perantara bank (ATM, transfer antar bank, bank draft, dan juga pos wesel).Boleh dikatakan tidak memiliki e-gold di tahun 2000-an, sama dengan tidak memiliki e-mail di tahun 90-an. Ingatkah Anda, kapan Anda mulai mengenal dan mempunyai e-mail?

Membuka rekening e-gold adalah gratis, Anda dapat membuat sebuah rekening e-gold tanpa membayar apapun dan tanpa kewajiban memberikan setoran awal alias (GRATIS). Anda hanya akan membayar 1% untuk setiap transaksi yang dilakukan (maximum fee $0.50 untuk setiap traksaksi), jadi misalnya Anda melakukan transaksi sejumlah $1,000 Anda hanya akan membayar fee sebesar $0.50 (50 cents). Sementara untuk kartu kredit terkena fee sebesar 2%-4% dari total jumlah uang yang dibelanjakan. Anda juga hanya akan membayar uang tahunan sebesar 1% dari jumlah uang yang Anda simpan di e-gold (apakah ini cukup besar jika dibandingkan dengan kartu kredit?).

Anda tidak di tuntut untuk mempuyai kartu kredit dalam bertransaksi menggunakan e-gold ini, cukup dengan rekening Bank lokal.

Apakah E-Gold Bisa Dipercaya dan Aman?

Tentu. E-Gold sudah diakui oleh banyak merchant di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online dan sebagai media pembayaran yang sah. Selain itu dana di E-Gold dapat ditarik melalui ATM khusus di semua mesin ATM berlogo Cirrus, Maestro dan Master Card. E-Gold sangat mudah dan fleksibel karena real time, anytime, dan anywhere. Jadi sistem transfer dan pembayaran dilakukan waktu itu juga dan bisa dilakukan kapanpun karena selalu buka 24 jam dan bisa melakukan transaksi di manapun. E-Gold memiliki website yang dijamin keamanannya dengan Secure Server 128 bit SSL. Siapapun dapat membuka (create account) rekening E-Gold secara GRATIS seperti halnya bila membuka rekening di bank.

Dengan E-Gold kita dapat mengisinya dengan membeli atau menjualnya ke merchant-merchant yang terpercaya yang bertebaran di Indonesia.


Langkah-langkah pembuatan Account E-gold

Buka website E-Gold
Klik “Create an Account”
Klik “ Agree” di bawah

Buat Data Account
  • Account Name: buat nama Account E-gold anda. Nama ini akan muncul ketika ada transaksi jual beli dengan Account anda. contoh : xxx’s e-gold, aaa’s e-gold, dsb.
  • User Name: Nama Anda. Description: boleh diisi boleh juga tidak, kalau diisi maka isilah dengan gambaran diri Anda.
  • Point of contact: Isi data anda disini. Alternate Passphrase: isian ini adalah Password Account E-Gold Anda, diisi dengan gabungan huruf dan angka minimal 6 karakter.
  • Passphrase: password. Gunakan tombol SRK yang ada diatasnya untuk menuliskan password anda. SRK ini akan selalu muncul ketika anda melakukan transaksi account e-gold anda, jadi harap diingat betul password anda. catat dan jangan sampai lupa serta jangan diberitahukan dengan orang lain. Mirip dengan PIN ATM kita di bank.
  • New egold account passphrase: sebaiknya sama dengan Alternate Passphrase.
  • New e-gold Account Passphrase again: harus sama dengan new E-Gold Account Passphrase. Yang perlu DICATAT adalah passphrase akan selalu digunakan untuk masuk ke dalam Account E-Gold Anda.
  • Turing Number Entry : masukkan nomor yang ada dibawahnya, tulisan agak disamarkan, jadi pastikan nomernya benar.
Klik “open

Selesai: nomor account anda dikirim ke alamat email anda. catat nomor Rekening E-Gold Anda karena nomor tersebut akan selalu diminta untuk mengakses rekening E-Gold Anda. Sama seperti Nomor Rekening Bank Anda di Internet.Selanjutnya jika ingin melihat jumlah saldo uang Anda, klik gambar timbangan (BALANCE). Mengetahui rincian transaksi (print out) silahkan klik HISTORY. Untuk merubah data pribadi Anda, klik ACCOUNT INFO. Mentransfer uang Anda tekan SPEND. Anda juga bisa melihat batch nomer anda, bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Jangan lupa, selalu akhiri menekan LOGOUT jika selesai menggunakan rekening Anda.


Mengisi Account E-Gold

Untuk mengisi account egold atau menkonversi rupiah menjadi egold dan sebaliknya, dapat dilakukan melalui exchanger egold yang ada di indonesia. Salah satu exchanger egold yang kami gunakan adalah IndoChanger.
Untuk dapat melakukan transaksi jual/beli E-Gold silahkan daftar dulu sebagai member dari indochanger, setela anda terdaftar sebagai member di indochanger itu, maka anda dapat melakukan jual/beli egold dengan mudah dan aman.

Klik di sini untuk daftar

Setelah anda selesai mendaftar dan mengisi data-data seperti nama lengkap, alamat, email, nomor telpon, nomor account egold, dan nomor rekening bank yang ingin dijadikan sebagai penerima transfer dari hasil penjualan egold, silahkan diperiksa emailnya untuk mengaktivkan account exchangernya.

Untuk proses pembelian egold langkah-langkahnya adalah: pertama login dulu dengan username dan password yang pernah dibuat sebelumnya. Setelah masuk ke member area, anda sudah dapat melakukan order e-gold yang mana harganya akan diberikan sesuai dengan kurs yang berlaku saat itu. Setelah mengisi form order beli, dan total dananya sudah dikalkulasikan, maka langkah selanjutnya adalah mentransfer sejumlah dana tersebut ke rekening bank yang yang ada di sana. Setelah mentransfer dananya, lakukan pengiriman sms untuk konfirmasi pembayaran sudah dilakukan, maka dalam waktu beberapa jam kemudian egold anda sudah terisi sesuai dengan jumlah dana yang telah ditransfer. (Notes: Anda tidak perlu khawatir dalam hal ini, karena mereka sangat bisa dipercaya. Saya pribadi sudah berkali-kali melakukan order jual ataupun beli egold dan semuanya belum ada yang mengecewakan)

Tips Menjaga Keamanan E-Gold Anda

Karena E-Gold berisi uang, maka rentan terhadap pencurian apalagi jika menggunakan fasilitas umum seperti Warnet. Ikuti langkah-langkah pengamanan berikut:
  1. Pada saat registrasi E-Gold, sebaiknya Anda isi alamat rumah yang sebenarnya karena apabila anda lupa password loginnya maka satu-satunya jalan untuk mendapatkan password baru adalah dengan mengirim e-mail ke E-Gold dan E-Gold akan mengirim password baru ke alamat rumah Anda melalui surat/pos (tidak bisa lewat e-mail).
  2. Jangan pakai Passphrases E-Gold Anda untuk daftar pada program apapun
  3. Admin E-Gold tidak pernah mengirim e-mail yang ada linknya ke member. Jika ada kiriman e-mail yang meminta Anda mengklik link nya dan memasukkan Passphrases maka sebenarnya mereka adalah hacker yang sengaja akan mencuri rekening E-Gold Anda dan membuat web mirip dengan E-Gold. Abaikan saja atau hapus.
  4. Ubahlah password/passphrases secara berkala dan gunakan gabungan huruf dan angka yang sulit ditebak dan lebih dari 10 karakter, gunakan program pengacak misalnya, untuk mengubah password Anda menjadi karakter yang tidak terbaca, rekam password Anda dalam file misalnya untuk kemudian Anda bisa lakukan copy/paste, jika ingin memasukkan password ini (ini jika anda pakai terminal pribadi).
  5. Saat mengisi password/passphrase login, gunakan tombol SRK di kanan isian. Anda tidak mengetik passwordnya tapi memilih huruf dan angka di window kecil yang muncul menggunakan mouse. Hal ini untuk menghindari password Anda disadap dengan software keylogger yang dapat merekam key yang Anda tekan. Hati-hati apabila Anda menggunakan komputer public seperti di warnet atau lab komputer, karena bisa saja dipasangi keylogger yang langsung bisa mengirim hasilnya ke e-mail penyadap.
  6. Bersihkan selalu komputer yang telah anda pakai membuka Account E-Gold sebelum Anda tinggalkan dengan menghapus semua data yang ada di directory C:\WINDOWS\Cookies, C:\WINDOWS\History dan C:\WINDOWS\Temporary Internet Files.
Sekian dulu informasi mengenai e-goldnya.

Wassalam,

Khairul Yanis
http://life-adventures.blogspot.com