February 19, 2006

T e n a n g l a h

Kita sering dihadang oleh berbagai kesulitan. Sesak rasanya hati, ketika otak seperti terhenti, buntu tak menemukan solusi. Terkadang tiada teman yang datang, untuk menghadapi rintangan yang menghadang.

Ada sebuah buku yang berkali-kali menjelaskan, bahwa di puncak kesulitan, pasti ada jalan keluar. Ketika orang berada di puncak kesulitan, sebenarnya ia telah berada di ambang jalan keluar. Buku lain juga ada yang memaparkan, tentang kisah-kisah orang yang disiksa, dipenjarakan, dikucilkan, diancam, diasingkan, diusir, dicambuk, dimiskinkan dan disengsarakan. Namun, kata buku itu, semua akan berlalu dalam hitungan hari.

Karena setelah itu, muncul "pasukan" yang mengirimkan kebahagiaan, menghibur yang telah putus asa, dan mengabarkan kegembiraan, saat mereka tak ingat lagi akan adanya jalan keluar. Pasukan itu dikirim oleh Zat Yang Maha Mendengar dan juga Maha Menjawab.

Jadi jika engkau mengalami himpitan kesulitan t e n a n g l a h, banyak orang sudah mengalami seperti yang kau alami. Manusia sebelum kita, telah melalui apa yang kita lalui, dan mengalami derita lebih dari yang kita rasa. Mungkin kita lakukan perbuatan baik di malam hari, namun terkotori lagi di siang hari. Itulah hukum alam yang sudah berjalan sejak dahulu.

Kesesakan yang menimpa kita itu, jangan dianggap sebagai bentuk ketidakadilan-Nya. Ini adalah tindakan adil !!! karena memang Tuhan harus menyeleksi hamba-hambaNya, disamping itu, Tuhan memiliki hak untuk disembah, baik dikala susah maupun dimasa yang mudah. Alasan lainnya, karena Tuhan, berhak menggilir keadaan seperti halnya Dia menggilirkan siang dan malam.

Jika demikian kenyataannya, mengapa harus mengeluh, tidak menerima, bahkan menjadi pembangkang terhadap derita yang sedang kita hadapi ?

No comments: